Pemanfaatan Sumber Energi Baru di Kalsel Perlu Kajian

145
Ilustrasi -Dok: CDN

BANJARMASIN — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, H Iberahim Noor, mengatakan pencarian dan pemanfaatan sumber energi baru memerlukan kajian atau pemikiran seksama.

Wakil rakyat dari Partai NasDem tersebut mengatakan itu sesudah menyertai komisinya berkonsultasi dengan Dewan Energi Nasional di Jakarta.

Ia mengatakan, Dewan Energi Nasional menilai Kalsel masih menyimpan banyak batu bara, kendati luas wilayah hanya sekitar 3,7 juta hektare atau terkecil dari empat provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Mungkin bagi Dewan Energi Nasional, untuk sementara Kalsel bisa memanfaatkan sumber energi yang ada terlebih dahulu, sembari memikirkan untuk mencari sumber energi baru,” tuturnya di Banjarmasin, Selasa (6/11/2018).

Tetapi, lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu, Dewan Energi Nasional tidak melarang jika Kalsel ingin membatasi eksploitasi batu bara.

“Untuk pembatasan eksploitasi batu bara tersebut sudah barang tentu dengan peraturan daerah (Perda),” tambah Ketua Fraksi Pembaharuan Berhati Nurani (PBN) DPRD Kalsel itu.

“Jadi konsultasi kami yang dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel H Riswandi SIP dari Partai PKS dengan Dewan Energi Nasional sebagai langkah awal mendapatkan masukan dalam menyusun/menyiapkan konsep (draft) raperda pembatasan eksploitasi batu bara,” demikian Iberahim.

Di Kalsel dari 13 kabupaten/kota, hanya empat di antaranya yang tidak/belum terdeteksi menyimpan batu bara atau “emas hitam” yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten. Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sembilan kabupaten lain di Kalsel memiliki tambang emas hitam yang cukup potensial yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu (Tanbu), Tanah Laut (Tala), Banjar, Tapin, HSS, HST, Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Dari sembilan kabupaten di Kalsel yang memiliki tambang batu bara, hanya HST satu-satunya yang bertahan tidak ada kegiatan eksploitasi untuk membangun daerah guna kelestarian lingkungan hidup atau menghindari dampak kerusakannya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...