Pemda Sikka dan Sejumlah Koperasi, Fasilitasi Petani Tanam Sengon

Editor: Satmoko Budi Santoso

118

MAUMERE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka bekerja sama dengan koperasi seperti Kopdit Pintu Air, Suber Huter dan Mitan Gita, memfasilitasi petani yang ada di Kabupaten Sikka untuk menanam kayu Sengon sebagai investasi masa depan bagi petani.

“Koperasi menyiapkan bibit Sengon jenis Albasia Laut yang sudah bersertifikat dan anggota koperasi membeli seharga Rp4.500 per anakan. Anggota juga bisa meminjam dana dari koperasi untuk modal usaha Sengon ini,” sebut Petrus Herlemus, Ketua Puskopdit Swadaya Utama, Jumat (9/11/2018).

Sementara, pemerintah, kata Petrus, bertugas menyiapkan regulasi dan sebagai fasilitator. Pemerintah juga bisa menyediakan pendamping atau penyuluh pertanian untuk membantu petani.

“Semua hasil kayu akan dijual ke investor yang sudah bekerjasama dengan koperasi. Kayu Sengon milik anggota dibeli dengan harga yang wajar,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sikka pun menyambut baik kerjasama ini, dimana koperasi memfasilitasi anggotanya untuk menanam sengon yang nantinya akan ditampung investor. Khususnya yang sudah ada kerjasama dengan pihak koperasi.

Achmad Sudibyo dari Universitas Gajah Mada (UGM) (kiri) bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo (tengah) dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga. Foto: Ebed de Rosary

“Kita berharap agar bisa memberikan dampak ekonomi kepada petani. Apalagi pengolahannya terjadi di Kabupaten Sikka. Pemerintah mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan kepentingan umum dengan bertindak sebagai regulator dan fasilitator,” ungkap Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Dikatakan Robi, sapaannya, pemerintah juga menyiapkan masyarakat termasuk menyiapkan pendampingan kalau dibutuhkan. Sementara pihak koperasi membantu anggota untuk melakukan penanaman Sengon di lahan-lahan tidur yang dimiliki anggota.

“Kebutuhan kayu lapis sangat tinggi. Kita akan coba manfaatkan lahan-lahan tidur yang masih banyak di Kabupaten Sikka seperti di Kecamatan Waigete, Kangae, Magepanda, dan Alok Barat,” terangnya.

Pemerintah, kata Bupati Robi, menyambut baik tawaran kerjasama yang dilakukan investor dan akan menggerakkan masyarakat untuk melakukan penanaman sebagai investasi bagi petani di masa depan.

Achmad Sudibyo dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan juga mewakili investor PT. Mustika Ilham Karya Sejahtera mengatakan, untuk modal awal dibutuhkan lahan seluas 1.000 hektare guna menggerakkan sebuah pabrik agar di perjalanan jangan ada stagnan bahan baku.

“Untuk itu, ada lahan inti dan plasma. Masyarakat tidak terbatas bukan saja di Kabupaten Sikka tetapi di kabupaten lainnya di Pulau Flores, bisa juga melakukan penanaman,” jelasnya.

Saat ditanya kenapa memilih membangun pabrik di Sikka, Achmad mengatakan, sebab di Maumere ada pelabuhan laut dan angkutan kontainer. Selain itu, masyarakatnya juga suka menanam pohon sehingga bisa dibangkitkan kembali semangat menanam tersebut.

“Manfaat sengon bisa juga sebagai konservasi lingkungan dan yang kedua sebagai investasi jangka pendek untuk pendidikan anak. Sebab usianya pendek, 3 sampai 5 tahun,” bebernya.

Dulu pemerintah juga menggerakkan masyarakat menanam pohon. Tetapi setelah harga jualnya jatuh, maka masyarakat menebang pohon tersebut. Achmad menegaskan, untuk keberhasilan sebuah gerakan, harus ada 4 komponen pendukung sebagai penopang.

“Harus ada masyarakat usaha sebagai pengguna, pemerintah daerah sebagai regulator dan fasilitator, masyarakat sebagai pelaku, dan perguruan tinggi sebagai pendamping teknologi. UGM Yogyakarta akan melakukan pendampingan,” terangnya.

Saat ditanya kenapa memilih NTT, Achmad menyebutkan, bahan baku kayu di Pulau Jawa sudah habis. NTT dipilih sebab jaraknya dekat dengan Pulau Jawa. Mencari bahan baku ke Sulawesi dan Kalimantan jaraknya jauh sehingga perusahaan berharap, petani di NTT tidak perlu menjual bahan baku kayu ke Pulau Jawa.

“Nanti prosesnya dilakukan di Sikka dan finishing produknya akan dilakukan di Pulau Jawa. Ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...