Pemda Sikka Perlu Perjuangkan Pahlawan Lokal ke Tingkat Nasional

Editor: Satmoko Budi Santoso

147

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka perlu mengusulkan dan memperjuangkan ke pemerintah pusat agar pahlawan lokal seperti Teka Iku dan Dua Toru yang juga berjuang mengusir penjajah Belanda diakui dan terdaftar sebagai pahlawan nasional.

“Dengan momentum Hari Pahlawan tanggal 10 November seharusnya membangkitkan semangat pemerintah untuk memperjuangkan agar Mo’an Teka Iku diperjuangkan menjadi pahlawan nasional,” harap Rafael Raga, mantan Ketua DPRD Sikka, Sabtu (10/11/2018).

Dikatakan Rafael, Teka Iku merupakan pemimpin perang untuk mengusir penjajah Belanda yang berasal dari Dusun Hubing Natar di Kecamatan Kangae. Kini wilayah tersebut menjadi sebuah desa dan nama Teka Iku diabadikan menjadi nama desa tersebut.

“Selain Teka Iku ada juga Dua Toru seorang pahlawan perempuan dari Kecamatan Waiblama Tana Ai yang juga memimpin perjuangan untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Nian Sikka,” ungkapnya.

Peringatan Hari Pahlawan, kata Rafael, hendaknya membangkitkan semangat segenap masyarakat Nian Tana dan pemerintah kabupaten Sikka untuk bekerja keras membangun daerah.

“Kabupaten Sikka memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan secara maksimal. Banyak lahan tidur yang belum digarap dan dibiarkan terlantar padahal bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif,” sebutnya.

Rafael juga meminta agar generasi muda di Kabupaten Sikka memanfaatkan kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh mengingat tantangan dunia kerja ke depan semakin berat.

“Waktu tes masuk calon pegawai negeri sipil saja banyak yang tidak lulus. Namun generasi muda jangan hanya berpikir untuk menjadi PNS. Sebab banyak profesi lainnya yang bisa digeluti dan memberikan pendapatan yang lumayan besar,” tuturnya.

Sementara itu, Yohanes A.J. Lioduden, anggota DPRD Sikka menyebutkan, hari pahlawan hendaknya dimaknai sebagai sebuah pesan untuk mempertahakan keutuhan bangsa dan negara di tengah adanya ancaman disintegrasi bangsa.

“Sebagai generasi penerus bangsa harusnya segenap anak bangsa membangun komitmen untuk mempertahankan keutuhan NKRI dan menolak berbagai upaya memecah belah bangsa lewat berbagai isu dan aksi terorisme,” ungkapnya.

Yani Making, sapaannya, sepakat agar Moan Teka Iku dan Dua Toru diperjuangkan sebagai pahlawan nasional. Sebab keduanya pun sebagai panglima perang, memimpin dan menyemangati rakyat berjuang melawan penjajah.

“Keduanya rela mengorbankan nyawa mereka untuk berjuang melawan ketidakadilan dan penindasan dari penjajah yang menerapkan upeti sehingga membebani masyarakat,” sebutnya.

Tabur bunga untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang dilakukan di dermaga Laurens Say Maumere. Foto: Ebed de Rosary

Disaksikan Cendana News, peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Sikka ditandai dengan apel bendera di lapangan Kota Baru Maumere yang diikuti anggota TNI, Polri, Satpol PP, Tagana dan SAR, PNS serta pelajar.

Usai apel bendera, dilanjutkan dengan upacara peringatan Hari Pahlawan di dermaga Laurens Say Maumere dengan melakukan tabur bunga di laut yang dihadiri aparat TNI dan Polri.

Baca Juga
Lihat juga...