Pemisahan Aset Dua PDAM Ditarget Selesai Tahun Ini

Editor: Mahadeva WS

169
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto - Foto M Amin

BEKASI – Pemisahan aset PDAM Tirta Partiot dan PDAM Tirta Bhagasasi, antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam tahap proses. Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan, pemisahan aset melibatkan tim independen, yang telah disetujui kedua belah pihak.

“Pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi dan Tirta Patriot milik Pemkot Bekasi sudah berproses cukup lama. Diharapkan pembahasan ini selesai sebelum habis tahun ini,” kata Tri Adhianto, usai mengikuti parpurna DPRD Kota Bekasi, Senin (5/11/2018).

Pemisahan aset milik PDAM Tirta Patriot dan PDAM Tirta Bhagasasi, sudah menjadi amanat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemisahan diminta segera dilakukan. Pemisahan aset harus melalui proses penilaian akhir investasi yang telah ditanamkan, antara PDAM Tirta Patriot dan Bhagasasi.

Untuk memaksimalkan pembagian aset, disepakati menunjuk tim independen. Masing-masing pihak menurutnya, sudah mengajukan nilai aset yang dimiliki. PDAM Tirta Patriot mengajukan perhitungan aset sebesar Rp300 miliar, sedangkan PDAM Tirta Bhasasi milik Pemkab Bekasi mengajukan aset sebesar Rp900 miliar.

Proses pembahasan disebutnya, tidak mengalami gangguan. Semua dilakukan berdasarkan itikad baik dari masing-masing pihak. “Tapi itu masih pengajuan masing masing pihak. Nanti dilakukan verifikasi lagi oleh tim independen,” tukas Tri.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin – Foto M Amin

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin, mengatakan, DPRD Kota Bekasi sudah menyetujui alokasi penyertaan modal untuk PDAM Tirta Patriot sebesar Rp70 miliar. Dana tersebut dibutuhkan, untuk mengantisipasi upaya pemisahan aset antara Tirta Bhagasasi dan tirta Patriot. “Penyertaan modal itu sebagai antisipasi jika terjadi pemisahan, maka PDAM Tirta Patriot, tetap siap melayani seluruh pelanggannya di Kota Bekasi,” tegas Muin.

Muin meminta, pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi milik Kabupaten Bekasi, yang berada di wilayah Kota Bekasi, bisa selesai secepatnya. Proses yang berlangsung diharpakan tidak berlarut-larut. Sehingga Kota Bekasi, tidak lagi memberikan subsidi sebesar Rp25 miliar untuk perawatan PDAM Tirta Bhagasasi.

“Selama ini setiap tahun, Kota Bekasi memberi dana Rp20 sampai Rp25 miliar untuk PDAM Tirta Bhagasasi. Diharapkan, dana itu tidak di bawa ke Kabupaten, harus untuk perbaikan pelayanan di Kota Bekasi,” tukasnya.

Komisi III DPRD Kota Bekasi disebutnya, mendesak pemisahan aset karena, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi telah berpindah domisili, ke Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Sebelumnya berada di Jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Barat. Kemudian, adanya keluhan pelanggan terhadap pelayanan dan komplain air bersih. Dampak dari keluhan tersebut diterima oleh PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi. “Pelanggan kan tidak mau tahu yang mana Tirta Bhagasasi dan PDAM Tirta Patriot,” tandasnya.

Komisi III DPRD Kota Bekasi disebutnya, telah merekomendasi Wali Kota Bekasi, segera melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, agar kedua PDAM tersebut dipisahkan. “Hanya keberanian dari dua kepala daerah saja yang dibutuhkan, untuk melakukan pemisahan aset,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...