Pemprov DKI Siapkan Langkah Antisipasi Banjir

Editor: Koko Triarko

212
Gubernur DKI, Anies Baswedan memberikan penjelasan mengenai antisipasi banjir di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). -Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, telah memberikan instruksi kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan.
“Musim hujan sudah mulai tiba, karena itu kita melakukan antisipasi musim hujan ke beberapa SKPD,” ucap Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).
Ada pun yang difokuskan ialah mempercepat pembangunan drainase. Menurutnya, drainase vertikal itu untuk menyerap air hujan yang bakal dibangun di gang-gang permukiman padat penduduk hingga perkantoran. Kemudian, bila warga dan kantor-kantor yang berada di Ibu Kota membangun drainase vertikal diberikan insentif.
“Pertama adalah mempercepat pembangunan drainase, kemudian pengerukan, dan saluran-saluran air. Tapi, ini tidak dilakukan di tempat-tempat yang memang tanahnya sudah tidak bisa lagi menyerap air. Di tempat yang tanahnya sudah tidak bisa lagi menyerap air, yang dilakukan adalah pemompaan,” katanya.
Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyiapkan ratusan pompa air untuk antisipasi terjadinya banjir di titik-titik rawan. Karena sifatnya genangan atau kawasan yang lebih rendah.
“Ada lebih dari 450 pompa dan dari laporan yang sudah diterima semua dalam kondisi siap untuk bekerja secara baik,” jelasnya.
Rekayasa arus lalu-lintas di tempat-tempat yang rawan banjir, yang selama ini tidak dilakukan, juga akan dilakukan, karena  ada lebih dari 30 titik rawan banjir di Jakarta. Namun, tidak ada antisipasi rekayasa lalu lintas yang disiapkan, sehingga masyarakat terdampak banjir dan genangan.
“Kita ini ada titik-titik yang sudah sering kena banjir, tapi tidak ada antisipasi rekayasa arus lalu-lintas. Akibatnya, dampak dirasakan masyarakat banyak,” kata dia.
Pemprov DKI Jakarta juga akan menggiatkan sosialisasi di pemukiman warga yang berpotensi banjir pada musim hujan ini, untuk meningkatkan kesiagaan warga.
Dia juga akan melakukan simulasi tanggap banjir mulai dari simulasi rekayasa lalu lintas sampai simulasi evakuasi dini bagi warga yang tinggal di tempat-tempat yang rawan banjir.
“Kita kemarin bicarakan khusus tentang memastikan kesiapan-kesiapan logistik, khususnya masalah air bersih dan sanitasi di tempat-tempat yang memang punya potensi banjir,” imbuhnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah membicarakan kesiapan logistik saat terjadinya banjir, contohnya air bersih dan sanitasi.
“Memastikan mekanisme penyaluran bantuan di berbagai tempat itu berlangsung dengan cepat dan tepat sasaran,” tutur Anies.
Hal lain yang dilakukan Pemprov DKI, yakni menyiagakan 1.400 relawan yang sudah terverifikasi untuk melaporkan titik banjir dan menginformasikan peringatan dini.
Menurut Anies, Pemprov DKI selama ini menerima laporan banjir dan harus memverifikasinya lagi. Sebab, laporan yang masuk belum diketahui validitasnya.
“Tidak bisa lagi ke depan kami menerima laporan secara random dari pihak-pihak yang tidak terverifikasi. Karena itu, mulai sekarang kami sudah memiliki 1.400 orang yang terverifikasi di seluruh wilayah Jakarta, yang ketika dia mengirimkan laporan, maka laporan itu tidak perlu kami cek ulang lagi,” kata Anies.
Sebanyak 1.400 relawan itu, kata Anies, merupakan Ketua RT, Ketua RW, lembaga musyawarah kelurahan (LMK) dan forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) yang dilakukan melalui seleksi dari Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta. Seleksi dari pengalaman menjadi relawan hingga tangap darutat mengenai laporan dengam akurat.
“Ribuan relawan itu sudah memiliki pengetahuan soal cara menyampaikan laporan dengan akurat. Dengan demikian, Pemprov DKI bisa merespons laporan itu lebih cepat,” paparnya.
Sementara, Ketua Regu Kali Banjir Kanal Barat (BKB) depan Seasons City dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Faiq Ismawan, mengatakan, pada musim hujan para petugas bersiaga, bila sampah kiriman mulai menumpuk.
Sebab, Kali BKB depan mal Seasons City, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat masuk dalam daftar Kali yang menerima sampah kiriman dari Bogor, Jawa Barat saat musim hujan.
“Sekarang masih terhitung kondusif, bisa dikendalikan. Karena masih tertahan di Manggarai. Kalau Manggarai sudah jebol, kami siap-siap (angkut sampah kirimannya -red),” kata Faiq, kepada wartawan.
Saat ini, aliran kali sudah terhitung cukup deras dengan ketinggian air dinilai meningkat dari hari biasanya di luar musim hujan. Sehingga, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat menurunkan petugas tambahan dan membentuk tim khusus untuk bersiaga di malam hari.
Di antaranya, lima orang petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP), tiga orang operator yang menangani alat berat amphibious bakhoe, dan spider ekskavator.
Penambahan juga terjadi pada jam kerja. Mereka membentuk tim khusus untuk musim banjir berlaku dalam dua dua shift yaitu pukul 16.00 – 23.00 dan 23.00 – 07.00 WIB. Sementara jam kerja normal mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Baca Juga
Lihat juga...