Penataan Mangrove di Bali Harus Menyeluruh dan Holistik

Editor: Mahadeva WS

173

DENPASAR – Penataan kawasan mangrove di Bali harus dilakukan secara holistik dan menyeluruh. Harapan itu diutarakan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menanggapi rencana Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK), yang akan mengadakan gerakan penanaman mangrove, di sepanjang kawasan Tol Bali Mandala pada 28 November 2018.

Secara prinsip, Koster, sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan upaya rehabilitasi lingkungan, khususnya kawasan hutan. Terlebih, kawasan Hutan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali, memiliki fungsi yang sangat vital. Dengan kondisi tersebut, Koster meminta, Kementerian LHK, mematangkan rencana kerja tersebut, agar jangan terkesan hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa konsep berkelanjutan.

“Petakan dulu, keseluruhannya butuh berapa bibit mangrove. Saya menginginkan penataan yang holistik dan konseptual,” ucap Koster saat menerima kunjungan dari Kementerian LHK, Senin, (5/11/2018).

Lebih dari itu diharapkan, pihak kementerian juga melibatkan konsultan, yang ahli dalam penataan kawasan mangrove. Jika bisa ditata dengan baik, keberadaan hutan mangrove diharapkan bisa dijadikan kawasan wisata berbasis alam.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyinggung salah satu program prioritas pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dalam waktu dekat, akan dirancang regulasi untuk melindungi sumber mata air, khususnya empat danau yaitu Danau Beratan, Batur, Buyan dan Tamblingan.  Diharap, semua pihak bersinergi untuk melindungi dan melestarikan sumber air khususnya danau. “Ini menjadi perhatian kita, sesuai dengan konsep Danu Kertih yang merupakan bagian dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” jelasnya.

Dirjen PDASHL Kementerian LHK, Putra Pratama, menyatakan sependapat dengan apa yang disampaikan Gubernur Wayan Koster. Menurutnya, Kementerian LHK merancang program yang lebih holistik, dalam upaya pelestarian hutan mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai.

Saat ini menurut Dia, persoalan yang dihadapi dalam upaya menjaga keberlangsungan hutan mangrove, salah satunya adalah sampah. “Banyaknya kiriman sampah hingga saat ini, masih menjadi persoalan serius. Selain pelestarian mangrove, kami dari Kementerian LHK juga menaruh perhatian terhadap upaya perlindungan danau,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...