Pencipta Pengelolaan Sampah Organik, Juarai Nasional

202
Kirab Pemuda 2018 - Foto: twitter @KEMEPORA_RI

SERANG — Perempuan pencipta pengelolaan sampah organik “I-Was”, Winda Firdayanti, dan pemuda pencetus Satu Kelurahan Satu Koperasi, Reza Hamzi, menjuarai lomba Pemuda Inspiratif Nasional yang dimulai sejak September 2018 sebagai rangkaian Kirab Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Kegiatan yang terus memberikan inspirasi bagi masyarakat harus terus dilanjutkan. Para peserta Pemuda Inspiratif, terutama para finalis dapat memberikan inspirasi bagi para pemuda di lingkungan mereka,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Kreativitas Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Djunaedi seusai memberikan penghargaan kepada para pemenang Pemuda Inspiratif 2018 di halaman pendopo kantor Bupati Serang, di Serang, Minggu (11/11/2018).

Winda dan Reza mampu mengalahkan 30 peserta lain dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia sejak program itu digelar di 16 kota.

Reza yang mewakili Kota Tangerang menempati peringkat pertama kategori lomba Pemuda Inspiratif Putra lewat ide untuk memaksimalkan potensi daerah dengan melibatkan karang taruna Karang Tengah, Tangerang. Salah satu ide itu adalah menciptakan produk sari buah brenuk.

“Sari buah brenuk dapat dijadikan minuman. Sedangkan kulit cangkangnya dapat dijadikan pot tanaman. Inilah yang membuat saya membuat produk ini sekaligus untuk memaksimalkan potensi koperasi,” tutur Reza.

Sementara, Winda yang mewakili Kediri menyatakan produk ciptaannya yaitu “I-Was” dapat memberikan dampak positif dengan penurunan sampah organik di lingkungan sekitarnya. “Sampah organik yang diolah dengan sistem I-Was lantas menjadi pakan ikan. Setiap hari ada 234 kg sampah organik di sekitar saya yang kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Saya pun mencetuskan ide I-Was,” kata Winda.

Selain Reza dan Winda, Panitia Pemuda Inspiratif juga menetapkan peserta yang menempati peringkat kedua serta ketiga. Peserta putra dan putri yang menempati peringkat kedua adalah Arman Maulana dari Purwakarta dengan ide “Dari Limba Jadi Rupiah” dan Indrayati Sri Maulina dari Banda Aceh yang memiliki ide “E-Doll”. Peringkat ketiga putra dan putri Pemuda Inspirtif berhasil diraih Robby Wahyu Riyadi dari Padang dengan ide “Tanah Ombak” dan wakil Tangerang Sandika Dewi Rosalini dengan ide “Speak Disability Academy Powered by Speak Project”. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...