Peneliti Asing: Indonesia Berhasil Jamin Kebebasan Beragama

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

126

YOGYAKARTA — Peneliti dari lembaga EU Specials Envoy for Freedom of Religion and Belief, Jan Figel mengatakan, Indonesia merupakan salah satu rujukan sebagai negara muslim yang berhasil menjamin kebebasan beragama dan menjaga pluralitas dengan baik.

Salah satu faktor keberhasilan, menurutnya, karena ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah Pancasila. Dimana sebagai ideologi bangsa, Pancasila selalu menjunjung kesatuan, serta mengedepankan harkat dan martabat manusia.

“Saya kira ini tidak lepas dari keberadaan Pancasila yang mengedepankan harkat dan martabat manusia,” ujarnya dalam Simposium Internasional tentang Kehidupan Keagamaan yang digelar Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) bekerjasama dengan Kemenag RI, di Yogyakarta, Rabu (07/11/2018).

Sementara itu, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, masyarakat yang selama ini dikenal sangat toleran dan saling menghormati keragaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas jangan sampai dirusak oleh politisasi agama untuk meraih kekuasaan dalam pelaksanaan pileg dan pilpres 2019 mendatang.

“Marilah berpolitik dengan melihat esensi agama dari nilai-nilai universalnya, menegakkan keadilan, menghormati dan melindungi hak dasar manusia,” kata Menag.

Menurut Menag, setiap agama memiliki esensi kesamaan dari setiap ajaran pokoknya. Karena itu sebagai masyarakat religius tidak boleh meninggalkan ajaran pokok agama masing-masing,. Pada dasarnya setiap umat menjalani kehidupan dengan berorientasi pada nilai ajaran pokok tersebut.

Hal senada juga disampaikan peneliti ICRS, Dicky Sofjan. Ia menganggap agama tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik dan meraih kekuasaan.

“Jangan sampai agama dimainkan, tapi sebaliknya spirit dari ajaran agama itu yang dijalankan,” katanya.

Sedangkan Paul Marshall dari Baylor University and Hudson Institute, Amerika Serikat, mengatakan jaminan kebebasan beragama menjadi persoalan serius di beberapa negara di dunia, seperti yang terjadi di Myanmar, India dan negara-negara di kawasan timur tengah. Menurutnya pemerintah di setiap negara perlu mengatur agar kehidupan antar kelompok umat beragama bisa hidup berdampingan satu sama lain.

“Umat manusia harus saling respek, bisa menempatkan kebebasan beragama sebagai bentuk penghormatan akan hak asasi manusia,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...