Penerima BPNT Bebas Pilih Agen

212
Ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bantul, menyatakan, keluarga penerima manfaat bantuan pangan nontunai (BPNT) bebas memilih agen penyalur dalam mengakses atau mengambil bantuan sosial pangan tersebut.
“Penerima bantuan mau menebus di agen penyalur BPNT mana pun, bebas, yang penting beras dan telur atau salah satunya,” kata Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul, Saryadi, di Bantul, Jumat (2/11/2018).
Menurut dia, total penerima bansos pangan pengganti program beras sejahtera (rastra) tersebut di Bantul sebanyak 97.000 keluarga, sementara agen penyalur BPNT yang disediakan pemerintah hampir 200 agen, tersebar di 75 desa  di Bantul.
Ia mengatakan, tiap keluarga penerima BPNT sudah dibekali kartu keluarga sejahtera (KKS), yang berfungsi sebagai ‘ATM’ untuk digesekkan pada mesin eletronic data capture (EDC), yang terdapat di agen-agen penyalur bansos pangan tersebut.
“Tiap-tiap desa sudah ada agen-agen untuk melayani masyarakat. Jadi, penyaluran BPNT dengan mekanisme gesek kartu di agen yang sudah dibekali EDC, masyarakat beli di agen yang sama bisa, di agen lain juga bisa,” katanya.
Tetapi, kata dia, akumulasi penebusan bantuan oleh KPM tiap bulan hanya sebesar Rp110.000, sesuai jatah yang diterimakan pemerintah, namun bantuan itu tidak dapat diuangkan, melainkan ditebus dengan beras dan telur.
Dengan demikian, menurut dia, KPM bebas menebus di agen mana pun, bahkan di agen yang menyediakan harga pangan tersebut paling murah, karena dalam penyaluran BPNT itu tidak ada kebijakan khusus dan mengikuti mekanisme pasar.
“Harga mengikuti mekanisme pasar, tidak ada standar harga, yang penting beras dan telur. Tidak banyak pengaturan dalam penyaluran BPNT, jadi istilahnya warung (agen) diberi duit dan belanja (kulakan) kapan pun bisa,” katanya.
Saryadi juga mengatakan, agen penyalur BPNT di Bantul rata-rata sebelumnya merupakan warung kebutuhan pokok, sehingga memang dengan menjadi agen tersebut, bisa memberdayakan dan menguntungkan usahanya.
“Keuntungan agen itu, bakul bisa kulakan beras atau telur. Kalau pemilihan agen itu menjadi otoritas bank yang ditunjuk pemerintah, namun ada koordinasi dulu dengan pendamping, karena sudah ada petanya,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...