Pengangguran di Sulut Turun Enam Persen

148

MANADO  – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menurunkan angka pengangguran pada Agustus 2018 sebesar 0,32 poin hingga menjadi 6,86 persen.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono, di Manado, Selasa.

Dia mengatakan, TPT pada Agustus 2018 sebesar 6,86 persen, turun 0,32 poin dalam setahun terakhir.

Dilihat dari tempat tinggalnya, katanya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2017, maka TPT di perkotaan meningkat, sebaliknya di perdesaan mengalami penurunan.

“Hal ini kemungkinan didorong oleh adanya pembangunan sarana dan prasarana di perdesaan serta kemudahan untuk berusaha mikro kecil yang bersumber dari dana desa,” kata Ateng.

Sementara dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Tertinggi kedua adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap. Terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK.

“Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dilihat dari TPT SD ke bawah terendah di antara semua tingkat pendidikan,” ujar Ateng.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, katanya, tingkat pengangguran terdidik (menengah ke atas) mengalami penurunan, yaitu SMA (0,43 poin), SMK (0,53 poin), dan Perguruan Tinggi (2,29 poin).

Tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian yang ada. Jumlah pekerja tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, pada Agustus 2018, penduduk Sulut paling banyak bekerja pada sektor pertanian, diikuti perdagangan dan industri pengolahan.

Menurut Ateng, dilihat berdasarkan tren sektoral selama Agustus 2017-Agustus 2018, sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk bekerja adalah pertambangan dan penggalian yakni 0,43 poin, industri pengolahan 0,92 poin, pengadaan listrik dan air 0,10 poin, transportasi dan pergudangan (0,89 poin) serta jasa pendidikan 0,24 poin. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...