Pengetahuan Kesehatan Kulit Belum Sampai ke Masyarakat Secara Tepat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

183

YOGYAKARTA — Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat saat ini, ternyata tak menjamin tersampaikannya pengetahuan terkait masalah kesehatan kulit di tengah masyarakat secara tepat. Tak jarang masyarakat justru kerap tertipu saat menjalani perawatan kecantikan karena tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit mereka sendiri.

Dokter spesialis kecantikan kulit, dr Gadis Frinawati MPH. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Pengetahuan tentang perawatan kulit dan wajah sangat penting karena di zaman internet seperti sekarang ini banyak beredar informasi tentang layanan perawatan atau obat kecantikan yang justru membuat bingung masyarakat. Karena bila salah, hal itu dapat mempengaruhi kesehatan kulit itu sendiri,” ujar dokter spesialis kecantikan kulit, yang tinggal di Yogyakarta, dr Gadis Frinawati MPH, Jumat (9/11/2018).

Gadis mengatakam, upaya untuk menyosialisasikan pengetahuan tentang kesehatan kulit dan kecantikan harus terus dilakukan. Yakni agar masyarakat semakin tahu dan punya pandangan yang benar tentang bagaimana menjaganya.

“Lebih lagi agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan berbagai iklan tentang layanan kecantikan dan perawatan kulit,” sebutnya.

Masyarakat atau konsumen punya hak untuk menanyakan apakah dokter yang menangani itu expert atau tidak. Termasuk juga menanyakan proses treatment dan obat kecantikan yang digunakan sudah teregister di BBPOM atau belum.

“Penyedia jasa layanan kecantikan wajib memberitahukannya,” ujar Owner Sabrina Beauty Care Yogyakarta itu.

Menurut dokter cantik itu, melakukan perawatan kulit sebenarnya bisa dilakukan oleh diri sendiri dengan cara mudah dan murah. Yakni dengan menjalani cara hidup sehat, serta melakukan treatment atau perawatan sesuai kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.

“Tentu semua harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang. Tidak semua treatment bisa diberikan. Harus konsultasi dengan dokter yang memang memiliki kompetensi dulu. Setelah mendapatkan diagnosa, baru dapat dipilih treatment yang tepat sesuai kondisi kulit,” ujarnya.

Cara paling mudah menjaga kesehatan kulit khususnya wajah sendiri dapat dimulai dengan melakukan cuci muka dengan sabun yang sesuai kondisi kulit. Namun bagi mereka yang memiliki banyak kegiatan atau karena tuntutan pekerjaan, dengan banyaknya masalah menimpa kulit, maka diperlukan tambahan treatment.

“Apalagi saat ini kebutuhannya tidak hanya sekedar sehat, tapi juga terlihat bagus, cantik, atau fit. Sehingga saat bekerja pun seseorang bisa lebih percaya diri,” imbuhnya.

Ia mencontohkan orang yang bekerja dengan keharusan bertemu banyak orang, seperti public relations dan customer service, mungkin perlu melakukan perawatan hingga ke tahap perbaikan wajah. Namun bagi mereka yang hanya bekerja di dalam ruangan seperti pabrik misalnya, tentu tidak butuh perawatan hingga seperti itu. Cukup dengan perawatan kebersihan seperti facial misalnya.

Dalam Rangka mendukung Hari Kesehatan Nasional Ke 54 dengan tema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”, Sabrina Beauty Care Yogyakarta sendiri menggelar kegiatan bertajuk Facial Wajah Massal. Dalam kegiatan pihaknya mengundang langsung masyarakat untuk melakukan perawatan secara gratis.

Tak hanya itu, masyarakat juga bisa berkonsultasi langsung terkait berbagai hal menyangkut masalah kesehatan kulit dengan dokter spesialis yang kompeten di bidangnya.

Salah seorang peserta, Fitri Laksonowati (24) asal Purworejo, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena ingin tahu lebih banyak tentang perawatan kulit wajah.

“Saya pernah baca-baca di internet, setelah saya coba ternyata wajah justru jerawatan. Dengan ikut kegiatan ini saya jadi lebih tahu bagaimana melakukan perawatan kulit yang tepat. Apalagi kulit saya itu termasuk sensitif. Sehingga tidak bisa sembarangan memakai produk kecantikan kulit,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...