Penggunaan Rompi Kuning ASN NTT Tak Disiplin, Berdampak Positif

140
Ilustrasi ASN - Foto Dokumentasi CDN

KUPANG — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josep Nae Soi, menilai tingkat disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT meningkat setelah pemberlakuaan penggunaan rompi kuning terhadap pegawai yang tidak disiplin.

“Ada perubahan bagi ASN yang tidak disiplin. Masuk kantor sudah tepat waktu,” kata Josep Nae Soi di Kupang, Rabu (7/11/2018).

Nae Soi mengatakan hal itu terkait dengan pemberlakuan pengunaan rompi kuning bagi ASN di lingkungan Pemprov NTT yang tidak disiplin sejak awal November 2018.

Ia mengatakan bahwa penggunaan rompi kuning bagi ASN merupakan simbol untuk menyadarkan aparatur negara di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu untuk lebih disiplin.

Menurut dia, pemberlakukan penggunaan rompi kuning merupakan simbol agar ASN yang tidak disiplin memiliki rasa malu serta mampu memperbaiki dirinya sendiri untuk lebih disiplin dalam menjalankan tugas.

Kendati demikian, kata dia, belum ada ASN di daerah itu yang telah menggunakan rompi kuning sejak ada aturan penggunaan rompi kuning awal November lalu.

“Belum ada ASN yang pakai rompi kuning. Saya berharap tidak ada yang sampai menggunakan rompi itu,” katanya.

Setelah Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberlakukan penggunaan rompi kuning bertulis “Saya Tidak Disiplin” bagi ASN yang tidak disiplin, kata dia, ternyata berdampak positif karena tingkat kehadiran ASN meningkat dan waktu masuk kantor lebih cepat.

“Para ASN rajin masuk kantor tepat waktu,” kata Nae Soi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...