Penyaluran Guru Gunakan Sistem Zonasi

152
Ilustrasi guru mengajar - Dok. CDN
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mengatakan, distribusi atau penyaluran guru berdasarkan zonasi, sehingga penempatannya lebih merata.
“Zonasi awalnya hanya berfungsi sebagai penerimaan peserta didik baru (PPDB), tapi sekarang digunakan juga untuk distribusi guru, agar merata,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriano, di Jakarta, Senin (12/11/2018).
Melalui sistem zonasi itu, bisa diketahui berapa banyak guru yang dibutuhkan pada suatu zona, dan di zona mana saja yang mengalami kelebihan guru. Sistem zonasi tersebut juga digunakan untuk peningkatan proses pembelajaran.
“Mutu pendidikan bisa bagus, jika proses pembelajaran berjalan dengan baik,” katanya.
Para guru masing-masing mata pelajaran dapat melakukan pertemuan untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Para guru itu akan dibimbing para guru inti.
Guru inti akan dilatih instruktur nasional. Pelaksanaan program tersebut akan dimulai pada 2019.
Saat ini, jumlah zonasi sebanyak 2.578. Dengan zonasi yang ada tersebut, akan digunakan sebagai basis dalam pemerataan pendidikan dan guru di Tanah Air.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, berapa jumlah pasti kebutuhan guru. Permasalahan utama yang terjadi adalah tidak adanya angka pasti berapa kebutuhan guru.
“Ke depan, bisa diketahui berapa angka pasti kebutuhan guru, berapa yang pensiun, berapa yang mutasi atau berapa yang meninggal,” jelas dia.
Ia berharap, permasalahan distribusi dan kualitas guru dapat teratasi melalui sistem zonasi tersebut. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...