Penyuluh Pertanian Jembatan Aktivitas Petani

Editor: Mahadeva WS

170
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) menilai, penyuluh pertanian memiliki tanggungjawab mengubah pola hidup masyarakat. Khususnya mengantisipasi kebutuhan beras.

Ketua Perhiptani, yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, menyebut, penyuluh pertanian juga menjadi jembatan, antara aktivitas petani, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyuluh pertanian juga menjadi penyampai pengusahaan dan penyesuaian program nasional maupun regional, untuk dilaksanakan petani, sebagai upaya menyukseskan program pembangunan nasional.

“Suluh yang diberikan, akan menjadi pendidikan non formal, yang selayaknya dilakukan secara terus-menerus, untuk mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis, dan masalah-masalah pertanian yang pasti akan terus berkembang,” ungkap Isran, Senin (12/11/2018).

Isran menyebut, penyuluh pertanian tidak perlu kecewa dengan adanya kebijakan impor beras. Kebijakan tersebut harus disikapi sebagai motivasi. Penyuluh pertanian harus terus membantu petani untuk meningkatkan produktivitas. “Semangat itulah, yang terus digaungkan. Pada era yang lalu, kita sudah pernah menikmati swasembada beras, dan pasti berkat jasa para penyuluh pertanian. Jadi, sebagai penyuluh pertanian, kalian harus tetap bersemangat,” tandas Isran dengan bersemangat.

Menyikapi fenomena, masih banyak penyuluh pertanian yang belum diangkat menjadi PNS, karena faktor usia yang sudah melebihi 35 tahun, Isran memahami apa yang dirasakan penyuluh pertanian tersebut. Hal itu sudah disampaikan ke pemerintah pusat. “Saya usul, honorer penyuluh pertanian diangkat menjadi PNS. Alhamdulillah, sekarang sudah terkabulkan, dengan diangkatnya ribuan tenaga penyuluh pertanian, beberapa waktu lalu,” tandas mantan Bupati Kutai Timur tersebut.

Meski sudah menjadi orang nomor satu di Kalimantan Timur, Isran mengklaim, pekerjaan sebagai penyuluh pertanian akan terus dilakoni hingga akhir hayat. Pekerjaan tersebut dinilainya berbeda dengan pekerjaannya sebagai gubernur yang hanya berbatas lima tahun. “Penyuluh pertanian harus punya semangat untuk terus memajukan pertanian di Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...