Perajin di Kalsel Dapatkan Pelatihan Inovasi Kerajinan

127

KOTABARU – Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pelatihan teknis desain dan inovasi kerajinan pandan laut bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan pada 1-5 November 2018 itu, sekitar 50 orang peserta diajarkan keterampilan menganyam pandan laut menjadi berbagai barang kerajinan.

“Kita mengangkat pandan laut karena komoditi ini memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki daerah lain di Kalsel,” ujar Kepala Bidang Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Dinas Perindustrian Kalsel Hasan Talaohu, Selasa.

Keunggulan komparatif itu harus diubah menjadi keunggulan kompetitif sehingga anyaman pandan laut dapat bersaing dengan produk sejenis.

Pandan laut adalah sejenis perdu yang banyak tumbuh di tepi pantai. Setiap bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan, bahkan bernilai ekonomis, dan daunnya yang tebal merupakan bahan baku yang baik untuk kerajinan anyaman.

Anyaman pandan laut dapat dibentuk menjadi bermacam-macam produk, mulai tas, sandal, kotak tisu, dan lainnya sesuai kreativitas perajin. Konon, jenis kerajinan ini sudah ada yang menembus pasar mancanegara.

“Kita ingin mendorong supaya produk kerajinan dari Kabupaten Kotabaru memiliki pasar yang sejajar, salah satu yang kita andalkan kerajinan pandan laut,” kata Hasan yang juga menjabat Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel.

Selain ketersediaan bahan baku yang melimpah, pembuatan kerajinan pandan laut juga relatif mudah. Sebelum diolah, daun pandan laut lebih dulu dijemur di bawah matahari. Setelah kering, durinya dihilangkan dan daun diserut menjadi helaian-helaian kecil.

Kemudian daun bisa diberi pewarna sehingga lebih menarik, serta diberi pengawet agar tahan lama.

Ketua Dekranasda Kabupaten Kotabaru, Fatma Idiana, mengatakan, pihaknya berkomitmen agar anyaman pandan laut dapat menjadi produk kerajinan unggulan ke depannya.

“2019 nanti kita akan mengadakan lagi pelatihan lebih lanjut dan kami berharap perajin jangan cuma sampai di sini, paling penting semangatnya,” ucapnya.

Diakuinya, industri kerajinan di Bumi Saijaan kurang berkembang disebabkan rendahnya minat masyarakat. Diperlukan keterampilan dan daya kreasi yang tinggi untuk menggeluti bidang ini, kemudian prosesnya pun lama.

“Makanya selain pelatihan, kita juga sambil berusaha mengubah mind set dan memberikan motivasi kepada perajin,” tandasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...