Perbaiki Cara Duduk, Cara Sederhana Kurangi Nyeri Punggung Akut

Editor: Satmoko Budi Santoso

186

JAKARTA – Rasa sakit yang menyerang punggung bagian bawah, merupakan suatu kondisi yang dirasakan oleh 80 persen orang dewasa, baik wanita maupun pria. Baik dalam kurun waktu tertentu maupun dengan intensitas yang lebih sering. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti cara duduk maupun cara berdiri yang salah.

“Kasus nyeri di punggung bagian bawah atau low back pain (LBP), khususnya di negara maju maupun berkembang, termasuk di Indonesia seperti Jakarta, Medan dan Surabaya semakin meningkat setiap tahunnya. Ini merupakan suatu kasus nyeri nomor dua setelah nyeri kepala, yang menyebabkan orang datang ke tenaga medis,” kata Dr. Agus Yudawijaya, SpS, saat Seminar Low Back Pain yang diselenggarakan oleh RS. Satya Negara di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Dr. Agus memaparkan, peningkatan penderita tersebut terus berlangsung dari tahun ke tahun sebagai akibat dari gaya hidup dan aktivitas fisik para penderita.

“Kegiatan fisik mekanik dan non-mekanik menjadikan penyebab utama pada nyeri di punggung bagian bawah ini. Keluhan terbanyak yang pernah saya tangani itu adalah sakit pada area pinggang,” katanya lebih lanjut.

Kebanyakan nyeri punggung bagian belakang ini sifatnya akut. Tingkatan nyeri akan didasarkan pada berapa lama rasa nyeri ini dirasakan oleh penderitanya.

“Untuk yang jangka pendek, itu hanya akan berlangsung dalam beberapa hari hingga hitungan minggu. Dan akan bisa sembuh dengan sendirinya. Jika sudah masuk 4 hingga 12 minggu, artinya sudah masuk dalam kategori subacute low back pain. Dan jika sudah lebih dari 12 minggu, sudah masuk dalam kategori chronic back pain. Pada kategori ini, biasanya pasien masih akan tetap merasa nyeri walaupun sudah dilakukan perawatan,” papar Dr. Agus.

Kondisi LBP ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang sudah berlangsung lama. Misalnya bagaimana seseorang duduk maupun berbaring.

“Duduk kalau dilihat, tidak membuat badan berada dalam posisi terbebani. Padahal saat duduk ini pun sangat mempengaruhi semua otot dan kondisi tulang di punggung. Karena walaupun duduk, badan kita itu tetap dalam posisi menyangga. Saat kita duduk tidak lurus, memang terasa nyaman untuk saat itu. Padahal ke depan, itu akan mempengaruhi dan mampu menimbulkan nyeri,” ucap Dr. Agus.

Hal yang sama juga terjadi saat kita berdiri. Dr. Agus menyampaikan, saat kita berdiri tegak, maka tulang punggung dan otot akan mampu secara maksimal untuk menyangga 80 persen berat tubuh kita.

“Tapi saat kita berdiri agak membungkuk atau miring, maka otot yang ada akan tertarik. Belum pengaruhnya pada bantalan tulang. Dan ini akan menimbulkan posisi penyangga yang tidak tepat dan lama-lama akan menyebabkan nyeri. Kondisi ini akan bertambah parah, jika pasien memang sudah memiliki sejarah saraf kejepit,” paparnya.

Mengingat LBP ini akan mampu mempengaruhi kinerja tubuh, terutama saat usia produktif, Dr. Agus mengimbau agar masyarakat mulai memperbaiki cara berdiri, duduk, maupun berbaring. Hal ini penting untuk mengurangi potensi terjadinya LBP dalam waktu panjang.

“Ingat waktu kita kecil, sering orang tua menyuruh kita untuk duduk dengan benar. Duduk dengan punggung lurus atau berdiri dengan tegak. Ini yang harus mulai disosialisasikan kepada anak-anak dari kecil. Sehingga akan terbiasa hingga mereka dewasa,” ucapnya.

Dr. Agus sendiri sering melakukan review pada komunitas-komunitas, seperti instansi maupun pengajian, terkait posisi yang terbaik untuk menghindari beban pada otot pinggang.

“Contohnya, pada pengemudi mobil. Kalau yang terlalu jauh jarak kaki dan tempat duduk dengan pedal, akan menimbulkan beban yang lebih besar jika dibandingkan posisi duduk dengan kaki yang menekuk,” paparnya.

Untuk mengatasi gangguan LBP yang masih dalam skala rendah, Dr. Agus menyarankan untuk sering melakukan peregangan secara rutin.

“Kita bisa melakukan peregangan pada otot leher, maupun pada otot pinggang. Sehingga otot-otot ini tidak kaku. Dan juga bisa dibantu dengan olahraga berenang maupun sepeda statis secara rutin. Saat lelah, bisa dibantu dengan berbaring lurus dengan meletakkan guling di bawah lutut. Ini akan membantu untuk merilekskan otot pinggang,” katanya.

Jika keluhan masih berlanjut, Dr. Agus menyarankan penderita untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga bisa diketahui, apakah rasa nyeri itu hanya disebabkan oleh kaku otot atau ada penyakit lain pada tulang.

Baca Juga
Lihat juga...