Perempuan di Maluku Utara Didorong Jadi Pelaku Usaha

135

TERNATE  – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Maluku Utara mendorong para perempuan agar menjadi pelaku usaha dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya alam setempat.

“Di Malut banyak potensi sumber daya alam yang bisa digarap perempuan, misalnya perikanan, perkebunan, pertanian, industri kerajinan dan kuliner,” kata Kepala Dinas P3A Malut, Masni Binsyiah Abubakar di Ternate, Selasa.

Peluang usaha tersebut bisa dikelola dalam bentuk industri rumahan, sehingga selain mengelola usaha juga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga dalam mengurus anak dan keluarga.

Ia mencontohkan, keberhasilan sejumlah perempuan di Ternate dalam mengembangkan berbagai jenis usaha perumahan, seperti pengelolahan ikan, yang produknya tidak saja dipasarkan di Ternate, tetapi juga sampai keluar Malut.

Usaha seperti itu, tidak saja dapat menopang kebutuhan keuangan keluarga, tetapi juga bisa memberi peluang kerja kepada orang lain jika usaha itu bisa dikembangkan dalam skala besar.

Dinas P3A Malut bersama instansi terkait lainnya, kata Masni, terus berupaya memprogramkan bantuan kepada perempuan di Malut, baik dalam bentuk pelatihan maupun pemberian bantuan modal dan sarana usaha kepada para perempuan yang ingin mengembangkan usaha.

Pada 2018, misalnya, Dinas P3A Malut dengan memanfaatkan bantuan dari Kementerian P3A sebesar Rp200 juta melakukan pembinaan kepada perempuan di Kelurahan Bastiong, Ternate Selatan dalam pengembangan usaha pembuatan keripik pisang.

Ia mengimbau kepada perbankan di Malut untuk memberikan kemudahan kepada para perempuan di daerah ini yang mengajukan kredit untuk modal usaha, karena perempuan biasanya patuh dalam mengembalikan angsuran kredit. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...