Peringati Hari Pahlawan, Kaji Peran Pejuang Raden Inten II

Editor: Satmoko Budi Santoso

225

LAMPUNG – Beragam cara unik dilakukan oleh sejumlah instansi termasuk lembaga pendidikan untuk memperingati Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November.

Salah satu kegiatan dilakukan oleh ratusan siswa SDN Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan dengan melakukan bakti sosial. Kegiatan bakti sosial tersebut dilakukan oleh sejumlah guru kelas, siswa serta pegiat literasi Motor Pustaka sebagai bagian dari Pustaka Bergerak Indonesia.

Suparno, salah satu guru SDN Gedung Harta mendampingi Maidin, kepala sekolah setempat mengungkapkan, peringatan Hari Pahlawan dilakukan lain dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada tahun sebelumnya Hari Pahlawan hanya diperingati dengan upacara, mengenang jasa pahlawan, pada tahun ini peringatan dilakukan dengan beragam kegiatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siswa dan guru di antaranya dengan mengunjungi area benteng cempaka yang juga sebagai makam Pahlawan Raden Inten II.

Suparno (batik merah) dan Ardiyanto (kaos hitam) membagikan hadiah alat tulis pada kuis terkait Hari Pahlawan – Foto Henk Widi

“Sebagai salah satu sekolah yang berada di dekat makam Pahlawan Nasional Raden Inten II cara yang paling tepat adalah mengenang jasa pahlawan dalam merebut kemerdekaan sekaligus membersihkan area makam,” terang Suparno, salah satu guru di SDN Gedung Harta saat ditemui Cendana News, Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan bakti sosial membersihkan area makam Raden Inten II, disebut Suparno, dilakukan untuk mengenang salah satu pahlawan nasional asal Lampung tersebut. Suparno juga menerangkan, sebagai salah satu pahlawan nasional asal Lampung, namanya diabadikan dalam sejumlah nama jalan, bandara Raden Inten II, dan sebuah universitas negeri di Lampung.

Langkah menghargai, menghormati jasa pahlawan di antaranya dengan menjaga keberadaan cagar budaya kompleks makam Raden Inten II.

Sebelum melakukan kegiatan bersih makam, para siswa juga diingatkan akan perjuangan Raden Inten II yang gugur pada 5 Oktober 1856. Raden Inten II yang lahir pada tahun 1834 dan gugur pada tahun 1856 tersebut, diakui Suparno, bisa menjadi teladan bagi generasi muda dalam mempertahankan tanah air Indonesia dari cengkeraman penjajah.

Sebagai bentuk penghargaan mengenang jasa pahlawan tersebut dilakukan peringatan setiap tanggal 10 November.

Para siswa yang dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial membersihkan makam pahlawan Raden Inten II meliputi kelas 4, 5, 6. Seluruh siswa dengan membawa ember sampah melakukan pembersihan di area halaman parkir, area monumen patung Raden Inten II, area parit serta benteng pertahanan yang dikenal dengan benteng Cempaka serta area di dekat makam Raden Inten II.

Sampah yang terkumpul berupa dedaunan gugur serta sampah plastik oleh pengunjung langsung dikumpulkan dan dibuang ke lokasi pembuangan sampah.

“Kegiatan sekolah setiap akhir pekan diisi dengan ekstrakurikuler Pramuka dan bertepatan dengan Hari Pahlawan kita ajak siswa membersihkan area makam Raden Inten II,” beber Suparno.

Muhammad Yusuf, juru pelihara situs perjuangan atau Makam Raden Inten II menjelaskan tentang silsilah Pahlawan Nasional Raden Inten II – Foto Henk Widi

Muhammad Yusuf, selaku juru pelihara atau juru kunci situs perjuangan Raden Inten II mengaku, sangat mengapresiasi bakti sosial yang dilakukan oleh para siswa. Ia menyebut, pada bulan November ini berbagai kegiatan memperingati Hari Pahlawan kerap digelar di situs yang dikenal dengan Benteng Cempaka serta makam tersebut.

Selain ikut membersihkan lingkungan sebagai bentuk pelestarian, para siswa diakuinya bisa mengenang perjuangan pahlawan nasional asal Lampung tersebut.

Muhammad Yusuf mengaku, setiap pengunjung yang datang bisa melihat situs perjuangan Raden Inten II di Desa Gedung Harta. Sejumlah lokasi yang bisa dikunjungi di antaranya bekas benteng cempaka berupa gundukan tanah ditumbuhi rumput ,parit perlindungan, taman, aula, lokasi penyimpanan benda peninggalan Raden Inten II yang ditemukan dalam benteng tersebut, sekaligus makam Raden Inten II.

Muhammad Yusuf mengaku, sejak mengalami pemugaran, makam Raden Inten II semakin kerap dikunjungi peziarah. Peziarah yang tercatat berkunjung selama tahun 2018 disebutnya rata-rata dalam sebulan bisa mencapai 3000 hingga 4000 orang.

Siswa sekolah SDN Gedung Harta melakukan bakti sosial membersihkan area makam Raden Inten II di benteng Cempaka, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan guna memperingati Hari Pahlawan – Foto Henk Widi

Kunjungan akan semakin meningkat menjelang bulan suci Ramadan dan hari tertentu terutama dari warga asal Banten serta sekitarnya. Selain pengunjung umum untuk berziarah, pengunjung pelajar dan mahasiswa untuk melakukan penelitian juga mendominasi kunjungan ke makam Raden Inten II.

Seusai melakukan kegiatan bakti sosial bersih makam, dipandu pegiat literasi Motor Perahu Pustaka, Ardiyanto, para siswa diajak mengenal sejumlah nama pahlawan nasional. Selain itu para siswa juga diberi pengetahuan terkait kegiatan literasi agar siswa bisa lebih gemar membaca buku.

Diselingi dengan kuis dan lomba menggambar, para siswa juga berkesempatan mendapatkan hadiah alat tulis dari kelas 1 hingga kelas 6.

Baca Juga
Lihat juga...