Persoalan Kecelakaan Lion Air Belum Final

154
Menhub RI, Budi Karya Sumadi. -Dok: CDN

MAKASSAR – Meski pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat sudah dihentikan pada Sabtu (10/11/2018). Persoalan mengenai kecelakaan pesawat tersebut belum selesai.

“Memang proses pencarian tingkat pusat sudah selesai, tetapi saya sudah berkordinasi dengan Basarnas. Mereka tetap melakukan dengan satuan-satuan yang ada di Jakarta. Kita tetap berusaha mencari black box,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/11/2018).

Seusai menjadi Inspektur Upacara (Irup) pemakaman almarhum Anthonius Gunawan Agung, petugas Air Traffic Controller (ATC) AirNav Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, budi Karya Sumadi, mengklaim sudah membicarakan hal itu dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Dari bahasan kami dengan KNKT, black box memang penting, tapi FDR (flight data recorder) yang sekarang ditemukan sudah banyak membantu menemukan hal-hal yang dibutuhkan. Jadi kami tetap berusaha,” tandasnya.

Kendati demikian, persoalan kecelakaan Lion Air JT 610, masih belum selesai. “Mengenai FDR, teknis teman-teman dari kelaikan yang menyampaikan. Laporannya belum final, menurut saya, karena audit ini berkaitan dengan pesawatnya, awak pesawatnya, dan prosedur yang ada, dan hal lain, secara penerbangan dari Boeing 737 Max 8. Ini belum final,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Muhammad Syaugi, menyatakan, pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang telah dihentikan secara terpusat. “Operasi secara terpusat ditutup Sabtu (10/11/2018). Namun, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dan Bandung tetap siaga 24 jam,” kata Syaugi, dalam jumpa pers di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Syaugi, KNKT akan terus mencari black box CVR, mengingat ada dua black box di dalam pesawat. Yang merekam data penerbangan adalah FDR, dan telah ditemukan pada 1 November lalu. Hingga pencarian dihentikan, tim pencarian dan pertolongan gabungan, telah menemukan 196 kantong jenazah. Secara resmi, jumlah penumpang dan awak pesawat yang tercatat sebanyak 189 orang.

Sementara pihak keluarga korban salah satunya, Tri Haska Hafidzi, di Desa Darungan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berharap, agar manajemen maskapai Lion Air lebih memperhatikan keselamatan penumpang. Maskapai diminta rutin melakukan perbaikan, untuk mencegah kecelakaan terulang.

“Harapan keluarga, mendapatkan doa dari teman-teman, kedua ada kejelasan penyebab kecelakaan ini dan ketiga ada perbaikan sehingga tidak terulang lagi hal seperti ini,” kata Kurniadi Ikhwan, kakak dari Tri Haska Hafidzi di Blitar. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...