Petani Jagung di Lebak Butuh Bantuan Pemerintah

340

LEBAK  – Petani jagung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih membutuhkan bantuan pemerintah karena belum dijadikan pertanian unggulan daerah.

Kepala Seksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, di Lebak, Sabtu, mengakui petani jagung di daerah ini masih membutuhkan bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Bantuan yang diperlukan petani itu diantaranya penyaluran benih jagung, pupuk dan pestisida.

Sebab, bagi petani Kabupaten Lebak komoditas jagung belum dijadikan andalan pendapatan ekonomi petani.

Kebanyakan petani di sini menggeluti usaha pertanian padi sawah karena secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Bahkan, produksi pertanian padi sawah bisa menghasilkan pendapatan Rp35 juta per hektare dengan waktu tiga bulan. Sedangkan, pertanian jagung hingga kini masih dijadikan tanaman sampingan.

Karena itu, petani jagung di Lebak hingga kini belum mandiri dan membutuhkan bantuan pemerintah.

Selain itu juga kendala lainnya, kata dia, kebanyakan petani menggunakan peralatan manual juga belum siap lahannya ditanami jagung karena terdapat tanaman padi gogo atau tanaman lainnya.

“Kami berharap ke depan produksi jagung bisa menjadikan andalan ekonomi masyarakat,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, Kementerian Pertanian tahun 2018 menyalurkan bantuan benih jagung kepada petani Kabupaten Lebak sebanyak 27.000 hektare juga pupuk dan pestisida.

Penyaluran bantuan benih jagung yang diterima petani sebanyak 20 kilogram dan pupuk 50 kilogram per hektare.

Kebanyakan penyaluran benih jagung jenis hibrida jenis NK 212, Pioner dan Metro dengan masa panen selama 90 hari.

Pengembangan tanaman jagung tersebut cocok dibudidayakan di lahan darat maupun persawahan.

“Semua bantuan itu melalui program upaya khusus guna meningkatkan swasembada pangan juga peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...