Piala AFF 2018, Kunci Kemenangan Singapura Hentikan Sayap Indonesia

169

SINGAPURA — Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Bima Sakti, mengaku terkejut dengan permainan Singapura yang mengalahkan tim Merah-Putih dengan skor 1-0 dalam laga Grup B Piala AFF 2018, Jumat (9/11/2018).

“Saya terkejut dengan apa yang ditampilkan Singapura. Mereka bermain lebih agresif dan terlihat bersemangat,” ujar Bima usai pertandingan.

Menurut pelatih berusia 42 tahun tersebut, Singapura tampil sangat baik terutama dalam hal organisasi permainan dan transisi menyerang ke bertahan.

Itulah yang membuat para pemain Indonesia seperti kehilangan akal untuk menembus pertahanan lawan. “Apa yang diperlihatkan Singapura memberikan masalah yang besar kepada kami,” tutur Bima.

Bima Sakti sendiri tidak ingin menyalahkan siapapun setelah kandas dari Singapura. Menurut dia, semua yang terjadi di atas lapangan adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih.

Bima meminta semua pemainnya untuk bangkit karena laga kedua mereka di Grup B Piala AFF 2018, Timor Leste, sudah menunggu. Partai tersebut digelar pada Selasa (13/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Kami mesti menyiapkan semuanya untuk pertandingan itu dan bekerja keras demi meemnangkan pertandingan,” kata dia.

Sementara itu, pelatih tim nasional sepak bola Singapura, Fandi Ahmad, mengatakan kunci kemenangan timnya atas Indonesia pada laga Grup B Piala AFF 2018 adalah keberhasilan menghentikan pemain sayap Indonesia.

Menurut Fandi, dengan mengunci dua pemain sayap tim Garuda, julukan timnas Indonesia, yakni Febri Hariyadi dan Irfan Jaya, Indonesia tidak bisa mengembangkan permainan.

“Indonesia memiliki pemain sayap yang cepat dan berbahaya jika diberikan ruang. Kami pun menghentikan suplai bola kepada mereka,” ujar Fandi usai laga kontra Indonesia di Stadion Nasional, Singapura, Jumat.

Menurut pelatih yang pernah menangani klub Indonesia Pelita Jaya itu, bola tidak bisa sampai ke sayap karena dia menginstruksikan timnya menekan gelandang tengah Indonesia.

Hal ini dilakukan dengan baik oleh anak-anak asuhnya. Dan kalau Febri atau Irfan Jaya akhirnya mendapatkan bola, pertahanan Singapura berhasil menghentikan mereka dengan kerja sama yang solid dan kompak. “Kami bermain kolektif dan menutup rapat pertahanan kami,” tutur Fandi.

Dan, salah satu pemain yang dianggapnya vital dalam strategi tersebut yakni sang kapten Hariss Harun. Hariss, sang pencetak gol kemenangan Singapura, dianggap Fandi berlaga dengan cemerlang dan sukses mempersempit ruang lini tengah Indonesia.

“Kapten kami bermain solid dan selalu berusaha merebut bola. Dia seolah berada di semua sisi lapangan dalam laga tadi,” kata Fandi.

Tim nasional sepak bola Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari tuan rumah Singapura pada laga Grup B Piala AFF 2018, Jumat, yang digelar di Stadion Nasional, Singapura. Gol tunggal Singapura dicetak oleh sang kapten Hariss Harun pada menit ke-37.

Kekalahan itu membuat Indonesia untuk sementara berada di peringkat ketiga klasemen Grup B, di bawah pemimpin klasemen Thailand yang menundukkan Timor Leste dengan skor 7-0, Jumat (9/11) dan Singapura di peringkat kedua. Timor Leste sendiri bertengger di peringkat keempat.

Tim lainnya di Grup B, Filipina baru memainkan laga perdananya pada Selasa (13/11), melawan Singapura. Berikutnya di Grup B, Selasa (13/11), Indonesia akan menghadapi Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...