PKK NTB Minta Masalah Gizi Balita Terdampak Gempa Mendapatkan Atensi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

126
Ketua Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati. Foto: Turmuzi

MATARAM — Ketua Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati meminta supaya masalah kesehatan dan gizi anak balita masyarakat terdampak gempa Kabupaten Lombok Utara mendapatkan atensi khusus.

“Dalam kondisi seperti sekarang, apalagi memasuki musim hujan, masyarakat khususnya anak balita rawan terkena penyakit, karena itu masalah kesehatan termasuk gizi anak balita dapat diperhatikan Dinas Kesehatan,” kata Niken di Mataram, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, bencana gempa bumi yang melanda waktu lalu berdampak kepada kondisi status gizi dan kesehatan. Kelompok yang paling rawan adalah bayi dan anak balita, terutama karena perawatan dan pemberian makan tidak maksimal, ditambah kondisi permukiman warga yang belum sepenuhnya membaik pasca gempa.

Kondisi tersebut bisa berkontribusi terjadinya peningkatan penyakit dan kematian pada bayi dan balita.

Mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan upaya komprehensif untuk melindungi anak korban gempa, supaya bisa tetap sehat.

“Semua harus bersatu padu melakukan pendampingan, supaya masyarakat terdampak gempa bisa terus bangkit dan keluar dari keterpurukan,” harapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah juga mengharapkan semua masyarakat terdampak gempa bisa menempati hunian sementara, mengingat musim hujan sudah mulai turun.

Selain untuk menghindari masyarakat dari dampak genangan air dan hawa dingin, juga menghindari masyarakat, khususnya anak-anak dan masyarakat lanjut usia terhindar dari penyakit.

Baca Juga
Lihat juga...