hut

Premium Kembali Langka di Teluk Wondama

Ilustrasi - Dok: CDN

MANOKWARI – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BMM) jenis premium, kembali terjadi di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Pimpinan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) KSU Cinta Nelayan di Wasior, Darman, mengatakan, kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir. Krisis BBM seperti sepekan lalu dikhawatirkan akan kembali terulang.

Sebelumnya, selama seminggu terakhir, semua pengecer secara bergiliran telah mulai berjualan, menyusul masuknya pasokan premium bersubsidi dari Manokwari. Sedikitnya 90 ton premium masuk ke kota Wasior dalam tujuh hari terakhir.

Termasuk pasokan 15 ton atau 15 ribu liter premium, yang dibeli Pemkab Teluk Wondama dari Kabupaten Nabire. Pasokan yang masuk, tidak bisa bertahan lama, karena masyarakat langsung menyerbu setiap pangkalan maupun pengecer berjualan. BBM yang disediakan langsung ludes hanya dalam hitungan jam. Warga yang mengantre di lokasi penjualan selalu membeludak. Masyarakat masih dihantui kekhawatiran terjadinya kelangkaan BBM.

Sehingga, saat pasokan BBM datang, mereka langsung membeli dalam jumlah banyak dengan alasan untuk persediaan. “Secara psikologis sudah trauma, begitu kami buka langsung mereka serobot. Kalau kita ikut aturan untuk motor lima liter dan mobil 10 liter, sebenarnya kita masih bisa bertahan agak lama,” tandas Darman.

Kepala Bagian Perekonomian Daerah, Sekretariat Daerah (Setda) Teluk Wondama, Jemmy Suila, mengatakan, Pemkab Wondama telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) menyikapi kondisi tersebut pada Kamis (15/11/2018). Rakor dipimpin Sekda Wondama, Denny Simbar, dan menghadirkan APMS dan para pengecer BBM.

Dari monitoring yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dipastikan tidak ada aksi penimbunan. BBM yang masuk, seluruhnya telah terjual habis kepada masyarakat. “Kami monitoring dari Tandia sampai Sobei. Kami cek ke gudang-gudang, mereka katakan, dalam dua jam saja BBM habis dibeli warga. Tidak bisa jual di botol karena masyarakat sudah mendesak,” ujarnya. Menurutnya, warga terlalu panik sehingga mereka memborong habis seluruh persediaan premium di gudang agen dan pangkalan. (Ant)

Lihat juga...