Produksi Sawit Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kaltim

Editor: Koko Triarko

146
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi. -Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, meyakini produksi kelapa sawit dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan industri hilir. Bahkan dipastikan akan menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi, khususnya dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Menurut Hadi Mulyadi, potensi industri sawit di Provinsi Kaltim ke depan cukup menjanjikan, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan.
“Kami sangat mengapresiasi kepada para pengusaha sawit di Kaltim, dengan kontribusi lapangan kerja yang sangat besar dengan serapan tenaga kerja lokal cukup tinggi. Apalagi, ke depan potensi industri kelapa sawit akan cerah,” ucapnya Senin (5/11/2018).
Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Kaltim, Azmal Ridwan, menilai dengan potensi perkebunan kelapa sawit yang besar tersebut, Kaltim seharusnya dapat memiliki lebih dari 78 pabrik kelapa sawit.
“Memiliki pabrik kelapa sawit sangat membantu dalam mewujudkan industri hilir kelapa sawit. Karena kita tahu selama ini, Kaltim sangat bergantung pada industri batu bara dan migas. Dengan banyak pabrik sawit, maka berusaha untuk melepas ketergantungan itu,” sebutnya.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, total luas tanaman perkebunan saat ini mencapai 1,35 juta hektare. Target pengembangan pembukaan lahan 3,269 juta hektare. Untuk sawit, luas perkebunannya sekitar 1,19 juta hektare, dengan produksi 13,137 juta TBS atau setara 2.890 ton CPO.
Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad, menargetkan tahun ini akan ada penambahan 20 pabrik dengan kapasitas produksi 885 ton TBS (Tandan Buah Segar) per jam.
“Rencananya, pengembangan pabrik baru itu akan berdiri di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, Penajam Paser Utara, dan Berau,” tukasnya.
Untuk diketahui, 78 pabrik kelapa sawit terdapat di enam kabupaten yang memiliki perusahaan pengolah minyak sawit, yaitu 16 pabrik di Paser, enam pabrik di Penajam Paser Utara, 28 unit di Kutai Timur, sebanyak 15 pabrik di Kutai Kartanegara, lima pabrik di Kutai Barat, dan delapan pabrik di Kabupaten Berau.
Baca Juga
Lihat juga...