Puluhan Warga Desak Bupati Faida Mundur

391

JEMBER – Puluhan masyarakat Kabupaten Jember, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tertindas (FORMAT), Senin (12/11/2018), menggelar unjuk rasa di depan pendopo Wahya Wibawa Graha. Mereka mendesak, Bupati Jember, Faida, segera mundur dari jabatannya.

Desakan disampaikan, sebagai konsekuensi terungkapnya praktek Pungutan Liar (Pungli), yang melibatkan Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil. “Seperti yang kita ketahui, mulai dari awal dilantik, Bupati selalu mendengungkan akan menggunakan prinsip 3B (baik tujuannya, benar hukumnya dan betul caranya) selama memimpin Jember. Tapi dengan adanya OTT pungli yang melibatkan Kepala Dispenduk, ini menunjukkan bahwa pemerintahan Bupati Faida sebenarnya tidak bersih dan bobrok,” ungkap Koordinator aksi, Kustiono Musri, Senin (12/11/2018).

Kustiono menilai, slogan tegak lurus yang menjadi andalan bupati di setiap forum pemerintahan maupun pertemuan dengan masyarakat, hanya sebatas lips servis untuk mengelabui publik. Bupati, dinilai kerap menabrak aturan perundang-undangan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Salah satu buktinya, Bupati Faida secara jelas memiliki KTP Elektronik ganda. Dan saat ini menjadi salah satu barang bukti aparat kepolisian, setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungli di Dispenduk Capil beberapa waktu lalu. Sementara di sisi lain, masyarakat Jember mengalami kesulitan saat hendak mengurus dokumen kependudukan di Dispenduk.

“Ini jelas bentuk kesewenang-wenangan penguasa. Di saat rakyat dipersulit untuk mengurus KTP, bahkan mereka harus antri sejak jam dua dini hari, bupati dengan enaknya sudah berulangkali mencetak KTP tanpa melalui prosedur yang ada,” ujarnya.

Kustiono menyebut, berdasarkan temuan Komisi A DPRD Jember, dalam rentang waktu 2017-2018,  Bupati Faida, sudah empat kali mencetak KTP, tanpa melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian. “Jelas fakta ini melukai hati rakyat Jember,” sesalnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas amburadulnya pemerintahan di Kabupaten Jember, FORMAT mendesak Bupati Faida segera mengundurkan diri dari jabatannya. “Kita mendesak, Bupati Faida segera mundur,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Faida maupun pejabat di lingkungan Pemkab Jember tidak ada satupun yang menemui para pengunjuk rasa. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Bupati saat ini tengah melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Massa akhirnya melanjutkan aksi di depan kantor Dispenduk, di Jalan Jawa, Kelurahan Sumbersari. Masa aksi, juga membuka posko pengaduan terhadap masyarakat yang dipersulit saat memproses dokumen kependudukannya.

“Selama beberapa hari ke depan, kita buka posko pengaduan di depan kantor Dispenduk. Bagi masyarakat yang dipersulit atau pernah ditarik pungli silahkan lapor. Ini akan kita jadikan bukti saat persidangan nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Jember berhasil mengungkap praktek pungli di Dispenduk Jember. Kadispenduk, Sri Wahyuniati dan Abduk Kadar seorang warga sipil yang berperan sebagai pengepul para calo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.  Dalam barang bukti yang berhasil diamankan penyidik, terdapat  satu buah KTP Elektronik milik Bupati Faida dan 2 buah E-KTP milik Kadispenduk. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/11/ktp-bupati-faida-jadi-barang-bukti-ott.html).

Baca Juga
Lihat juga...