Realisasi Tanam Tembakau Probolinggo di Bawah Target

159
Lahan tembakau, ilustrasi -Dok: CDN

PROBOLINGGO – Realisasi tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih di bawah target. Dari target seluas 10.774 hektare, hanya terpenuhi 9.000 hektare.

“target tidak terpenuhi. Namun, realisasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya seluas 7.883 hektare,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Hasyim Ashari, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, pertanian tembakau berbeda dengan pertanian tanaman pokok seperti padi dan jagung. Dengan kondisi tersebut, DKPP mematok target tersebut maksimal, dan bukan target minimal. “Semakin terealisasi dibawah target, maka patut disyukuri karena harga jual tembakau di tingkat petani tinggi, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Probolinggo karena tembakau memang berbeda dengan komoditas lain,” tuturnya.

Jika komoditas pangan, target yang diberikan adalah target minimal. Sehingga semakin luas areal tanam, dan semakin banyak produksinya, itu adalah yang diinginkan pemerintah. “Pabrikan sudah memiliki strategi terkait pasokan tembakau yang berkurang di Probolinggo. Mereka telah menghitung secara seksama, asumsi produksi tembakau petani setiap tahun, berdasarkan pengalaman tanam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Harga tembakau di 2018, adalah yang paling stabil selama lima tahun terakhir. Harga tembakau kualitas top grade, mencapai Rp40 ribu per kilogram, dan bisa bertahan selama sebulan penuh. Di tahun-tahun sebelumnya, harga tembakau yang tinggi hanya bertahan maksimal dua pekan. “Tahun ini kesejahteraan petani tembakau meningkat,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...