Relokasi Palu Ditentukan Januari 2019

150
Lokasi perumnas Balaroa,Kecamatan Palu Barat, kota Palu, Sulawesi Tengah yang mengalami likuefaksi [Foto: Dokumentasi CDN]

PALU – Penentuan relokasi warga korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan ditentukan pada Januari 2019.

“Tadi kami sudah putuskan, pokoknya relokasi kira-kira ditentukan Januari-lah, sambil persiapan semuanya,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Palu, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu (11/11/2018).

Saat ini, penelitian terhadap zona merah, atau kawasan yang tidak boleh lagi ditinggali oleh masyarakat karena rawan bencana, masih berlangsung. Dijadwalkan, prosesnya akan selesai di waktu yang tidak lama lagi. “Zona merah itu harus ditentukan dalam (Perda) RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), oleh Pemda dan DPRD Sulteng, tapi dengan rekomendasi-rekomendasi dari Pusat. Oleh karena itu, dalam bulan ini kita selesaikan, kira-kira dua bulan lah,” tambah Wapres.

Penelitian zona merah tersebut, dilakukan oleh tenaga ahli geologi dari Pemerintah Pusat. Hasil penentuan kawasan merah tersebut, nantinya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) RTRW, tentang relokasi, yang disusun oleh Pemprov dan DPRD Sulteng. Perda RTRW relokasi tersebut, menjadi acuan bagi pembangunan Hunian Tetap (Huntap), untuk masyarakat yang tinggal di kawasan merah. “Itu nanti ditentukan dulu, dimana yang berbahaya, berapa KK yang kena (dampak), yang harus direlokasi, baru ditentukan dimana relokasi itu. Sekarang sudah ada ancer-ancernya,” tambah Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil, mengatakan, Pemprov Sulteng memerlukan sedikitnya 1.000 hingga 1.500 hektare lahan, untuk merelokasi warganya, pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi.

Relokasi akan menggunakan tanah milik negara, berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak dimanfaatkan atau terlantar. “Tanah-tanah (milik Pemerintah) yang disewa pengusaha tapi tidak jalan, nanti akan diambil lagi oleh pemerintah untuk dipakai masyarakat bersama-sama,” ujar Sofyan Djalil.

Perkiraan daerah yang akan dipakai untuk relokasi antara lain di Tolo, Talise, Guyu dan Petobo, untuk daerah terdampak di Kota Palu. Kawasan Pombebe, untuk daerah terdampak di Kabupaten Sigi dan daerah Loli dan Pantai Barat, untuk warga terdampak di Kabupaten Donggala. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...