Rendang Telur, Kreasi Kuliner di Ranah Minang

Editor: Koko Triarko

143
TANAH DATAR – Kuliner yang terkenal lezat dan cukup mahal di Sumatra Barat, rendang, saat ini tidak hanya dibuat dari bahan daging sapi. Namun juga bahan lain, seperti telur.
Adalah Amaey, perempuan kelahiran Batusangkar, di Jorong Balai Diateh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, pengusaha rendang yang berinovasi membuat rendang dengan bahan  utama telur.
“Saya membuat rendangnya itu bukan dari daging. Tapi, menggunakan talua (telur -red). Namun, bumbunya sama dengan rendang pada umumnya, seperti santan kelapa, cabai merah, bawang, dan lainnya,” katanya, Selasa (6/11/2018).
Kini, dengan telah dipasarkan ke mini market, usaha rendang Amaey ini, telah memiliki izin edar, label halal, kemasan yang bagus. “Rendang telur saya ini, rendang kering, dan kemasannya pakai kemasan yang bisa membuat rendang tahan lama. Setidaknya, rendang telur ini dapat bertahan satu bulan,” ujarnya.
Harga rendang telur ini untuk setiap kemasan hanya Rp15.000. Harga itu, merupakan harga yang dijualnya langsung dari rumah. Sementara untuk harga di mini market, akan lebih sedikit mahal, karena pihak mini market mengambil untung.
Ia mengaku, pemasaran yang dilakukan saat ini memang belum  begitu luas. Baru sebatas untuk daerah Kabupaten Tanah Datar. Hal ini karena, ia masih terkendala dengan cara pemasaran, karena memiliki pesaing yang cukup banyak, dengan jenis rendang yang sama.
“Rendang telur ini tidak hanya saya yang menjualnya. Bisa dikatakan di masing-masing daerah di Sumatra Barat, memiliki produk rendang telur,” jelasnya.
Kini, cara pemasaran yang mulai dilakukan oleh Amaey ialah memanfaatkan media sosial, namun pesanan dari media sosial itu, terbilang cukup kecil.
“Untuk media sosial belum begitu banyak yang memesan. Jika pun ada yang memesannya, itu masih seputar daerah di Sumatra Barat,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli yang datang ke tempat Usaha Rendang Amaey, Rara Rinjani, mengatakan, rendang telur memiliki rasa yang berbeda dengan rendang daging. Kalau daging, murni ada dagingnya, sementara kalau telur, bukan dalam bentuk bulat, tapi dibuat hingga kering.
“Rendang telur ini tidak hanya disukai oleh suami saya di rumah, tapi anak – anak juga suka dengan rendang telur. Memang tidak begitu sering saya membeli rendang telur ini, tapi sesekali membeli dan menghidangkannya di meja makan, laris manis itu,” ungkapnya.
Rendang telur diminati, karena rasa telurnya tidak terlalu menonjol, dan yang paling terasa itu ialah bumbu rendangnya. Bumbu rendang kering tersebut, bila dimakan dengan kondisi nasi lebih lembut dan hangat, akan membuat nafsu makan menjadi bertambah.
Baca Juga
Lihat juga...