Rumah Sakit Cendana: Kenali Bahaya Diabetes Sebelum Terlambat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

460

JAKARTA — Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Apabila tidak diserap sel tubuh dengan baik dan menumpuk di dalam darah dapat menimbulkan berbagai gangguan. Jika tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Dokter Chris A Yohanes, Sp. An. KIC, Direktur utama Rumah Sakit Cendana menjelaskan, glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.

“Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Sehingga sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi,” ucapnya dalam sambutan seminar awam diabetes di Auditorium RS Cendana, Jumat (23/11/2018). .

Jika tidak diberikan perhatian khusus, maka nanti akan menyebabkan berbagai macam penyakit, di antaranya jantung, stroke, mata menjadi kabur atau tidak fokus melihat.

“Penyakit ini juga begitu ditakuti laki-laki dikarenakan akan berdampak kepada alat vital,” tambahnya.

Disebutkan, gejala penyakit diabetes di antaranya, sering merasa haus, sering buang air kecil, terutama di malam hari, sering merasa sangat lapar, turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas, berkurangnya massa otot, terdapat keton dalam urine.

“Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi, lemas, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih,” terangnya.

Diabetes pada ibu hamil dinamakan diabetes gestasional. Ini disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Disebutkan juga, di Rumah Sakit Cendana ini sudah sediakan fasilitas para penderita penyakit diabetes dan tentunya dengan para dokter ahli di bidangnya.

Peserta seminar diabetes. Foto: M. Fahrizal

Ditambahkan, ia memelopori untuk tidak melakukan amputasi pada penyakit diabetes.

“Yang dilakukan adalah pengecekan pada luka dan 90 persen tidak melakukan amputasi karena perawatan yang dilakukan,” jelasnya.

Melakukan perawatan dengan pengecekan luka yang didapat oleh penderita diabetes merupakan tindakan pencegahan amputasi.

“Metode didapatkan dari ikatan perawat yang berada di Australia,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...