Rute Transportasi tak Berubah, tak Alami Transformasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

142

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui, rute transportasi umum di Jakarta tidak mengalami perubahan transformasi. Pasalnya, banyak kondisi rute hingga angkutan di Jakarta masih sama dengan era 1990-an.

“Kendaraan umum massal kita tidak mengalami perubahan transformasi. Bahkan rutenya sama sejak tahun 1990-an. Bapak Ibu yang sering ke Jakarta sejak zaman kuliah dulu, rute busnya masih sama tidak sampai sekarang? Sama,” ujar Anies di Hotel Redtop, Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Anies menyebutkan, berkembanganya perumahan di Jakarta tidak sebanding dengan perkembangan rute transportasi umum. Akibatnya, masih banyak warga yang kesulitan untuk mengakses transportasi umum.

“Tapi begitu diukur dengan jarak 500 meter ke halte, jangkauan kita turun sekitar 30 persen. Jadi baru 30 persen warga yang terlayani angkutan,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini transportasi di Jakarta baru mencakup 68 persen. Kemudian dia menargetkan dengan program Jaklingko dapat menambah keterjangkauan transportasi massal hingga di atas 95 persen.

“Nah konsekuensi dari itu harus ada perluasan rute, harus ada pergeseran rute. Bukan semata pergeseran, tapi perluasan. Insyaallah kita akan mulai di 2019,” ujarnya.

“Kami ingin menjangkau semua wilayah di Jakarta. Transportasi umum di Jakarta yang massal itu jangkauannya harus di atas 95 persen,” sambungnya.

Pengembangan transportasi massal, kata dia, baru dilakukan di jalan-jalan protokol dengan memperbanyak rute Transjakarta serta membangun mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Sementara pengembangan transportasi massal di kampung-kampung belum dilakukan.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan memperluas jangkauan transportasi massal, khususnya angkutan mikro atau angkot, hingga ke kampung-kampung.

“Kalau di kampung-kampung kami bisa menjangkau, potensi pengembangan angkutan mikro ini sangat besar,” ujarnya.

Dengan adanya transportasi massal yang menjangkau kampung-kampung, integrasi di Jakarta akan terealisasi. Masyarakat tidak perlu lagi naik ojek dari rumahnya untuk mencapai moda transportasi umum.

“Jadi, orang bisa naik angkot di kampung, kemudian sampai ke jalan protokol pindah ke bus. Dari bus, pindah ke LRT, MRT,” pungkasnya

Dia pun berharap, perluasan dan integrasi transportasi umum ini mulai dijalankan tahun 2019, berjalan dengan sukses.

Baca Juga
Lihat juga...