Saat Napi Peringati Hari Pahlawan di Dalam Lapas

Editor: Satmoko Budi Santoso

205

YOGYAKARTA – Ada pemandangan tak biasa saat puncak peringatan Hari Pahlawan Nasional di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Yogyakarta, Pakem, Sleman, Sabtu (10/11/2018).

Sejumlah pejabat maupun pegawai lapas, termasuk Kalapas, nampak berdandan ala pahlawan dengan mengenakan baju pejuang di masa lalu. Mereka nampak berlenggak-lenggok bak seorang model di hadapan puluhan warga binaan atau narapidana, yang duduk lesehan di aula lapas.

Tak hanya itu, sejumlah warga binaan juga nampak begitu bersemangat dan percaya diri, membacakan puisi sambil bernyanyi. Wajah mereka nampak penuh dengan kegembiraan dan kebersamaan, yang seolah-olah menggambarkan mereka sedang tak berada di dalam lapas.

“Ini merupakan bagian kegiatan The Gathering of Heroes bagi warga binaan pemasyarakatan, yang digelar dalam rangka hari Pahlawan Nasional. Melalui acara ini kita ingin membangun rasa kebersamaan dalam nuansa kepahlawanan. Agar kita bisa mengingat kembali jasa para pahlawan bagi bangsa dan negara,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Yogyakarta, Erwedi Supriyatno, Sabtu (10/11/2018).

Memakai atribut ala Pangeran Diponegoro, Kalapas Narkotika Kelas II Yogyakarta, Erwedi Supriyatno, mengikuti lomba fashion show bersama para narapidana – Foto Jatmika H Kusmargana

Erwendi menjelaskan, pihaknya ikut memeriahkan peringatan Hari Pahlawan Nasional sebagai upaya untuk menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan di kalangan penghuni lapas, termasuk para narapidana.

Ia menilai, semangat kepahlawanan perlu ditumbuhkan di kalangan para narapidana agar mereka juga bisa mengisi kemerdekaan serta ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Narapidana yang selama ini dianggap sebagai orang terpenjara dan terkungkung, juga harus tetap memiliki semangat kepahlawanan untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai kepahlawanan tidak hanya milik masyarakat di luar tapi juga milik para narapidana di dalam lapas,” katanya.

Salah satu nilai penting yang menurut Erwedi dapat diambil dari peringatan Hari Pahlawan Nasional adalah semangat juang pantang menyerah yang ditunjukkan para pahlawan demi meraih kemerdekaan. Hal itu dianggap masih sangat relevan untuk dimiliki setiap elemen bangsa Indonesia hingga saat ini.

“Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan para pahlawan kita dulu kan untuk meraih kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Sekarang semangat itu harus tetap kita pupuk agar Indonesia bisa merdeka dari segala bentuk penjajahan baik ekonomi, politik, sosial, budaya, dan sebagainya,” katanya.

Salah seorang narapidana, Enggar Saputro, warga Tegalrejo, Yogyakarta, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini, dengan tampil membacakan puisi. Ia sendiri memaknai peringatan Hari Pahlawan Nasional sebagai momentum untuk fokus memperbaiki diri. Yakni dengan berbuat sesuatu sebaik mungkin sehingga bisa bermanfaat dan mencapai prestasi.

“Kegiatan seperti ini bisa mengingatkan kita, sebagai generasi muda, agar mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Karena pahlawan di era sekarang bukan lagi mereka yang berjuang dengan mengangkat senjata. Tapi mereka yang berjuang untuk mencapai prestasi tertinggi dan berbuat untuk kebaikan bangsa,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...