hut

SDN Gedung Harta, Kembangkan Prestasi Siswa Melalui Ekstrakurikuler

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pengembangan prestasi siswa sekolah terus dilakukan oleh SDN Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Sekolah SDN Gedung Harta, Maidin, S.Pd menyebut, salah satu prestasi dominan siswa di sekolah tersebut di antaranya dalam bidang non akademik. Meski prestasi siswa dalam bidang akademik tetap menjadi prioritas, namun upaya pengembangan minat dan bakat siswa terus dipacu melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Hasil pengembangan sekolah dalam bidang ekstrakurikuler, diakui Maidin, di antaranya sejumlah prestasi siswa dalam bidang olahraga. Kegiatan ajang kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dengan sejumlah prestasi sekaligus penyaluran hobi siswa.

Sejumlah prestasi tersebut di antaranya dalam cabang olahraga karate, renang yang ikut mengharumkan nama sekolah setelah memperoleh peringkat pertama. Pada cabang olahraga renang, siswa bernama Yesa Safitri yang kini duduk di kelas 6, berturut-turut menyabet juara pertama.

Yesa Safitri menjadi salah satu siswa yang mewakili sekolah sejak tahun ajaran 2016/2017 dan 2017/2018 dalam cabang olahraga renang O2SN dari tingkat gugus, korwil hingga kabupaten.

Maidin menyebut, motivasi dari orangtua dan guru dalam upaya mengarahkan anak untuk berprestasi menjadi kunci siswa untuk terus mengembangkan diri. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah disebutnya menjadi salah satu upaya pendidikan karakter nonakademik disamping prestasi akademik mata pelajaran di sekolah.

“Siswa yang memiliki prestasi dalam bidang olahraga akan memiliki semangat belajar, percaya diri dan ikut mendukung prestasi sekaligus memicu cita-cita positif di masa depan salah satunya olahraga renang,” beber Maidin, S.Pd, Kepala Sekolah SDN Gedung Harta, saat ditemui Cendana News, Kamis (1/11/2018).

Capaian prestasi nonakademik pada bidang olahraga renang, disebut Maidin, cukup membanggakan di tengah minimnya fasilitas. Sebab, ia mengaku, selama ini salah satu kendala dalam fasilitas pendidikan untuk olahraga renang belum tersedia secara memadai di wilayah tersebut.

Yesa Safitri, siswa kelas 6 juara pertama renang O2SN yang mengharumkan nama sekolah berkat prestasinya. Foto: Henk Widi

Teknik dasar renang yang dipelajari oleh siswa seperti Yesa Safitri selama ini diperoleh dengan belajar otodidak di Kali Batur, sumber air yang kerap dijadikan lokasi pemandian warga.

Pihak sekolah, disebutnya, mendidik siswa untuk teknik lanjutan dengan mengajak siswa berlatih di kolam renang Puri Indah Bakauheni atau kolam renang Hidayah Kuring Kalianda.

Fasilitas yang kurang memadai tersebut tidak lantas menyurutkan prestasi siswa bahkan memicu siswa untuk giat berlatih. Selain Yesa Safitri, salah satu siswa bernama Raffa (11) yang duduk di kelas 6 juga ikut berprestasi dalam bidang olahraga renang putra.

Selain prestasi pada cabang olahraga renang, siswa SDN Gedung Harta, diakui Maidin, juga berprestasi dalam bidang olahraga karate. Keberadaan dojo atau tempat latihan di SDN Gedung Harta sebagai kegiatan ekstrakurikuler ikut mengantar siswa bernama Riska Nurmalia  menyabet juara 2 O2SN tingkat kecamatan.

Kegiatan ekstrakurikuler sebagai bentuk pengembangan budi pekerti, disebutnya, ikut mendukung prestasi siswa dalam bidang akademik.

“Selain bidang olahraga sebagai sekolah yang aktif dalam mengembangkan pendidikan siswa juga berprestasi dalam solo song, pidato dan Pramuka dengan piala dan piagam yang terkumpul,” beber Maidin.

Khafid Ibrahim, guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SDN Gedung Harta, menyebut, kegiatan ekstrakurikuler olahraga karate menjadi salah satu kegiatan di luar jam pelajaran.

Melalui kegiatan tersebut ikut mendukung pendidikan karakter para siswa untuk berprestasi. Sebagai guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, selain mengajar olahraga karate di SDN Gedung Harta, ia juga mengajar di sejumlah sekolah di antaranya SDN 2 Pasuruan, SDN 3 Pasuruan serta sejumlah sekolah lain.

Kegiatan ekstrakurikuler, disebut Khafid Ibrahim, ikut mendukung prestasi siswa nonakademik. Meski demikian, ia tetap mendorong siswa untuk tetap fokus pada mata pelajaran akademik yang diajarkan di sekolah.

Sebagai salah satu sekolah yang berada di tingkat Kecamatan Penengahan, Khafid Ibrahim menyebut, sejumlah prestasi dalam bidang olahraga akan berdampak positif bagi siswa.

Setelah lulus SD, sejumlah siswa dengan prestasi tersebut, bahkan bisa lebih mudah diterima di sekolah lanjutan dari jalur prestasi.

Yesa Safitri, siswa yang berprestasi dalam cabang olahraga renang mengungkapkan, selama ini kerap hanya berlatih di sungai dan kolam renang. Meski berprestasi dalam bidang olahraga, namun ia mengungkapkan, tidak menyurutkan keinginan untuk belajar.

Setelah ajang Asian Games 2018 dengan banyaknya atlet berprestasi, ia mengaku, berkeinginan kuat untuk menekuni cabang olahraga renang tersebut. Dukungan dari orangtua dan sekolah mendorong dirinya untuk terus berlatih sehingga meningkatkan kemampuan renang.

 

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!