Sensasi Renyah, Kue Biji Ketapang Khas Betawi Bekasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

199

BEKASI — Kue biji ketapang adalah salah satu kuliner khas Betawi Bekasi. Salah satu makanan legendaris tempo dulu ini biasanya hanya ada saat lebaran Idul Fitri atau hari besar Betawi.

Mpok Nini, yang memproduksi Kue Biji Ketapang Khas Betawi Bekasi. Foto: Muhammad Amin

Pembuatannya memiliki tingkat kerumitan khusus dan hanya mereka yang terbiasa dapat membua dengan tekstur renyah dan kriuk. Dalam pengerjaan perlu adanya ketelatenan.

“Kue Biji Ketapang dengan proses higienis dengan bahan baku pilihan, mulai dari tepung hingga minyak akan mampu bertahan selama tiga bulanan. Begitupun untuk membuat tekstur kue renyah dan kriuk,” ujar Mpok Nini, pemilik oleh-oleh khas Kota Bekasi, Sabtu (3/11/2018).

Mpok Nini, mengaku dalam memproduksi Kue Biji Ketapang, bisa mencapai 6 Kilogram sekali membuat. Diperlukan terigu sebanyak 6 Kilogram, gula putih 3 kilogram, mentega pilihan khusus dua ons, telur setengah kilogram dan perasan santan dari satu butir kelapa.

Bahan tersebut, dimasak menjadi satu. Proses pembuatan 6 kilogram Kue Biji Ketapang memakan waktu sekira 6 jam, karena setelah bahan matang dimasukkan ke dalam adonan khusus kemudian dicacah agar menyurupai biji ketapang yang kecil dan pipih.

“Kue Biji Ketapang ini, cukup diminati di Kota Bekasi. Satu minggu orderan bisa mencapai 15 kilogram,” papar Mpok Nini, mengaku dalam satu bulan jumlah pesanan Kue Biji Ketapang bisa mencapai 50 kilogram.

Kue Biji Ketapang, namanya diambil karena menyerupai biji ketapang. Dulu di tiap perkampungan orang betawi selalu dihiasi dengan pohon rindang berdaun lebar dan buahnya memiliki tekstur yang keras ini. Sehingga Kue yang menyerupai buah ketapang oleh orang Betawi dinamakan kue biji ketapang karena bentuknya pipih.

Baca Juga
Lihat juga...