Sensasi Sate Galgendu, Perpaduan Rasa dan Kenyamanan

Editor: Satmoko Budi Santoso

151

SOLO – Berbicara kuliner, Solo menjadi salah satu kota paling favorit untuk para wisatawan yang doyan makan. Sebab, Solo memiliki segudang kuliner, baik kuliner khas tradisional hingga olahan daging kambing yang sudah terkenal hingga tingkat nasional.

Dari sederet warung makan yang menjajakan kuliner daging kambing, di salah satu sudut Solo utara terdapat warung olahan kambing yang spesial. Selain rasanya yang nikmat karena diracik dengan bumbu pilihan, tingkat kenyamanan pelanggan juga sangat diperhatikan oleh warung yang satu ini.

“Selain olahan khas kuliner Solo, kita ingin angkat sate dari semula banyak dijajakan di kaki lima atau pinggir jalan ke lokasi yang lebih nyaman. Yakni dengan tempat yang bersih, rapi serta jauh dari kepulan asap bakaran sate yang kadang banyak dikeluhkan oleh pelanggan,” kata pengelola warung sate Galgendu, Lidya, saat ditemui Cendana News, Sabtu (10/11/2018).

Pengelola Warung Sate Galgendu, Lidya – Foto Harun Alrosid

Sate kambing, menurut Lidya, merupakan kuliner khas di Kota Solo, selain Yogyakarta yang juga memiliki keunikan dengan sate klatak. Kuliner sate di Solo sudah banyak yang dikenal hingga menjadi langganan presiden, baik mulai Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo. Berbagai warung sate selama ini memang juga hampir memiliki kesamaan, yakni menjajakan sate dengan sensasi masakannya.

“Tapi di warung kita beda. Warung sate namun tempatnya kita kemas kayak kafe. Benar-benar bersih dan nyaman. Untuk lantai dua juga kita sediakan ruang yang ada AC-nya,” jelasnya.

Selain menyajikan tempat yang nyaman, rasa dari Sate Galgendu juga tak kalah nikmat dengan kuliner sate lainnya. Selain menggunakan bumbu rempah-rempah, pemilihan daging kambing yang masih muda menjadi salah satu daya tarik kulinernya.

“Untuk bumbu kita gunakan resep dari nenek moyang. Selain bumbu pada umumnya, kita juga gunakan rempah-rempah. Kita juga gunakan bumbu kacang untuk mengguyur sate kambing,” urai perempuan ini.

Di warung yang belum lama dirintis ini, pihaknya juga menyadikan berbagai olahan masakan daging kambing. Mulai dari tongseng, gulai, sate biasa, sate buntel, tengkleng hingga tengkleng rica.

Tak hanya itu, bagi pengunjung yang tidak ingin menyantap daging kambing, warung ini juga menyediakan sate ayam. “Kita sediakan juga sate ayam. Ini untuk pilihan kalau ada yang tidak doyan daging kambing,” ungkap Lidya.

Meski menjual variasi masakan daging kambing dan tingkat kenyamanan, warung sate Galgendu juga berani bersaing dengan warung-warung sate pada umumnya. Satu porsi sate kambing di warung ini hanya dibandrol Rp30.000.

“Itu pun sudah plus minum. Boleh es teh maupun teh panas. Kita ingin gaet pengunjung atau wisatawan yang ingin menikmati sate dengan tempat yang nyaman sekaligus harga yang bersahabat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...