Sepuluh Tahun Pasar Wairkoja Sepi, Pedagang Tetap Bertahan

Editor: Satmoko Budi Santoso

186

MAUMERE – Sejak dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan 10 tahun lalu, Pasar Wairkoja di Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka tidak diperhatikan pemerintah.

“Kami para pedagang meminta agar pemerintah melarang pedagang berjualan di Pasar Geliting yang sudah ditutup termasuk berjualan di trotoar dan badan jalan negara,” sebut Maria Nurhana, pedagang Pasar Wairkoja, Minggu (11/11/2018).

Dikatakan Nurhana, akibat pedagang sembako, kios dan toko kelontong serta pedagang ikan berjualan di Pasar Geliting, para pembeli tidak lagi datang ke Pasar Wairkoja.

“Sejak dibangun pemerintah sudah menjanjikan akan menutup Pasar Geliting dan semua pedagang harus pindah ke Pasar Wairkoja. Namun sampai sekarang meski Pasar Geliting sudah ditutup, pedagang juga masih berjualan di trotoar dan badan jalan,” ungkapnya.

Maria Nurhana, salah seorang pedagang di Pasar Wairkoja Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka. Foto: Ebed de Rosary

Nurhana juga meminta agar toko-toko yang membeli hasil komoditi dari masyarakat di Geliting tidak membeli hasil komoditi dan membuka toko atau membeli komoditi di Pasar Wairkoja.

“Masyarakat setelah menjual hasil komoditi di Pasar Geliting, mereka akan membeli semua kebutuhan mereka di kios dan toko yang ada di sana sehingga tidak lagi datang ke pasar Wairkoja,” sebutnya.

Akibat sepinya pembeli, Nurhana mengaku, terpaksa mencari tambahan penghasilan dari tempat lain atau meminjam uang untuk membayar biaya sewa kios sebesar Rp161 ribu sebulan.

“Paling sehari hanya laku Rp50 ribu saja sehingga untuk bayar uang sewa kios saya setengah mati. Paling kalau hari Jumat saat hari pasar baru pembeli sedikit ramai. Tapi kalau hari biasa pedagang lebih sering tidur-tiduran saja sebab tidak ada pembeli,” tuturnya.

Permasalahan ini, tandas Nurhana, sudah berulangkali disampaikan pedagang ke pemerintah Kabupaten Sikka maupun DPRD Sikka, namun sampai sekarang belum ada penyelesaiannya.

“Waktu kunjungan Bupati Sikka yang baru beberapa hari lalu, hal ini pun sudah kami sampaikan. Kami juga ada kesepakatan dengan bupati soal beberapa poin yang harus dilakukan,” terangnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat bertatap muka dengan pedagang menyebutkan, dirinya akan melaksanakan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama pedagang Pasar Wairkoja.

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perhubungan agar menyiapkan rute kendaraan  melewati lokasi Pasar Wairkoja. Apa yang diminta pedagang akan saya laksanakan,” tegasnya.

Robi pun mengakui, Pasar Wairkoja merupakan salah satu aset yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Pasar ini harusnya dijadikan pasar induk karena sangat luas.

“Nantinya pasar ini akan difungsikan seperti pasar induk, sementara Pasar Geliting semacam pasar senja. Bila sudah ada rute kendaraan yang melewati pasar ini, mudah-mudahan pasar ini akan ramai dikunjungi pembeli,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...