Stok Beras di Pasar Melimpah

171
Beras - Dok: CDN

JAKARTA – Stok beras yang ada di pasar saat ini jumlahnya melimpah cukup banyak. Bahkan stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), jumlahnya lebih dari stok standar.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, menyebut, saat ini stok beras di PIBC ada 50 ribu ton. “Jumlah tersebut lebih dari cukup, stok standar hanya 20 ribu ton,” ungkapnya, usai kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meninjau Pasar Kramat Jati dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Menteri Amran mengatakan, tinjauan lapangan dilakukan sebagai upaya memonitor stabilitas pasokan dan harga beras di pasar umum. Hal itu mempertimbangkan, beras dan komoditas pangan lain, seperti ayam dan telur, menjadi komoditas penyumbang inflasi. “Pangan kita stabil, harga ayam Rp27 ribu per kilogram, dan harga telur Rp22 ribu per kilogram. Kami sudah cek langsung. Masalah beras, pasokan cukup dari Food Station. Stoknya 50 ribu ton di PIBC,” kata Amran dalam kesempatan yang sama.

Amran menyebut, dua hingga tiga tahun terakhir, harga komoditas pangan terpantau stabil. Terutama pada saat hari-hari besar keagamaan. Inflasi bahan makanan di 2017,  tercatat mencapai 1,26 persen, atau turun 88,9 persen dibandingkan kondisi 2013 yang mencapai 11,35 persen.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan, stok beras di gudang Bulog ada 2,7 juta ton. “Dari 2,7 juta ton yang kita simpan, yang ada di gudang luar Bulog 550 ribu ton. Stok itu sangat banyak, dan kita operasi pasar setiap hari,” kata pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Bulog telah melaksanakan penetrasi pasar beras jenis medium. Upaya dilakukan kepada pedagang pengecer di pasar rakyat, distributor dan mitra Bulog, maupun melalui Satgas Bulog.

Buwas menyebut, realisasi operasi pasar sampai dengan 6 November 2018, mencapai 402.628 ton, di seluruh Indonesia. Dengan rata-rata realisasi antara 3.000 ton hingga 3.500 ton per hari. Kondisi tersebut, mengalami tren kenaikan sejak Oktober 2018. Di Jakarta, realisasi operasi pasar mencapai 46.321 ton.

Pantauan harga beras di berbagai daerah, yang dilakukan oleh Bulog setiap minggunya, menunjukkan harga beras medium di beberapa daerah mengalami tren kenaikan, termasuk di PIBC. Pada akhir tahun, harga beras memiliki tren kenaikan seiring dengan berkurangnya panen dan pasokan ke pasar. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...