hut

Sultan Agung, Rajai Penghargaan Festival Film Bandung 2018

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta merajai perolehan penghargaan di Festival Film Bandung (FFB) 2018. Dari 11 penghargaan kategori film bioskop, Sultan Agung mampu meraih empat penghargaan, yakni Film Bioskop Terpuji (Mooryati Soedibyo Cinema), Pemeran Utama Pria Terpuji (Ario Bayu), Penulis Skenario Terpuji (BRA Mooryati Soedibyo, Ifan Ismail, dan Bagas Pudjilaksono) dan Penata Artistik Terpuji (Edy Wibowo).

Kemudian, dua penghargaan lain direbut Marlina Si Pembunuh dalam Kategori Pemeran Utama Wanita Terpuji (Marsha Timothy) dan Penata Musik Terpuji (Zeke Khaseli & Yudhi Arfani). Ada pun lima penghargaan lainnya terbagi merata untuk  lima film, yaitu The Gift (Hanung Bramantyo, Sutradara Terpuji), Koki-Koki Cilik (Morgan Oey, Pemeran Pembantu Pria Terpuji), Posesif  (Cut Mini, Pemeran Pembantu Wanita Terpuji), The Underdogs (Ryan Purwoko, Penata Editing Terpuji) serta  Kafir (Yunus Pasolang, Penata Kamera Terpuji).

Sehubungan dengan diraihnya banyak penghargaan, Direktur Utama Mooryati Soedibyo Cinema, Hj. DR. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum, merasa sangat bersyukur atas raihan prestasi film perdana yang diproduksinya tersebut.

“Film Sultan Agung memborong piala dalam Festival Film Bandung 2018, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia sekali atas kemenangan ini,” kata Mooryati di rumah kediamannya di Jalan Mangunsarkoro No.69, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

Perempuan kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1928 itu menyadari, usianya kini sudah mendekati satu abad dan penghargaan Penulis Skenario Terpuji yang didapat bersama Ifan Ismail, serta Bagas Pudjilaksono di Festival Film Bandung 2018 menjadi kebanggaan tersendiri.

“Pada usia 90 tahun ini saya mendapat penghargaan dari masyarakat,” ungkapnya bangga.

Menurut Mooryati, menulis skenario film Sultan Agung merupakan pengalaman pertamanya yang sangat berkesan.

“Menjadi produser eksekutif film sejarah Sultan Agung adalah pengalaman pertama buat saya. Bersyukur tidak sia-sia saya bisa memberikan sesuatu, sejarah yang bernilai,” tuturnya penuh syukur.

Film adalah kerja tim yang melibatkan banyak orang, untuk itu Mooryati menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang memproduksi filmnya.

“Saya tidak lupa menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pemain, kru, dan juga dukungan dari para sponsor hingga film ini bisa terwujud,” ujarnya dengan wajah berbinar-binar.

Cucu Sri Susuhunan Paku Buwono X Keraton Surakarta ini menyampaikan bahwa film Sultan Agung ini bukan hanya tontonan yang menghibur namun juga tuntunan yang mendidik.

“Film ini semoga bisa dijadikan contoh, teladan, dan panutan seluruh masyarakat khususnya generasi penerus bangsa Indonesia, “ harapnya.

Mooryati melihat kondisi perfilman lndonesia saat ini yang telah menunjukkan kemajuan dan peningkatan luar biasa.

“Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya film produksi Indonesia yang diputar di bioskop tanah air dengan jumlah penonton yang cukup banyak, “ tegasnya.

Mooryati berharap, film Sultan Agung dapat menginspirasi dan dijadikan contoh oleh para produser film lainnya untuk lebih banyak memproduksi film berkualitas.

“Ke depan kami juga berharap, layar film nasional lebih diwarnai dengan film yang bertema kepahlawanan, budaya, nasionalisme, religi, dibandingkan dengan genre-genre film lain seperti horor dan komedi, “ pungkasnya sumringah.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com