Tampil di Pentas Ludruk, Kamidia Ingin Lestarikan Seni Tradisional

174
Kamidia Radisti - Foto: Instagram @kamidiaradisti

JAKARTA — Aktris Kamidia Radisti mengungkap alasan ketertarikannya tampil pada pentas ludruk perayaan HUT ke-50 Taman Ismail Marzuki (TIM) karena ingin melestarikan seni budaya tradisional.

“Bisa dibilang panggilan leluhur, karena orangtua saya besar di Malang kemudian yang membuat pentas ludruk ini juga Genaro Ngalam, artinya saat mereka bikin acara, kenapa tidak kita ikut berpartisipasi, hitung-hitung bisa melestarikan ludruk dan ludruk zaman now lagi,” ujar Kamidia Radisti di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (11/11/2018) malam.

Dia lebih lanjut menjelaskan, pertunjukkan ludruk zaman now ini dibuat dengan sentuhan kekinian. Ludruk ini menjadi menarik karena banyak cerita-cerita legenda yang ditampilkan.

“Kalau sekarang cerita legenda itu akhirnya mesti dikombinasikan dengan zaman yang baru dan terus berjalan. Mau tidak mau tantangannya yang lebih besar,” ujarnya dalam wawancara yang berlangsung santai.

Kamidia Radisti tampil sebagai bintang tamu dalam pentas ludruk Genaro Ngalam berjudul “Balada Pisang Ambon” dan memerankan karakter seorang anak lurah yang baru lulus SMA.

Ia ingin mandiri, terus menuntut ilmu untuk menyiapkan karier di masa depan. Sayangnya keinginannya tersebut mendapatkan tentangan dari ibunya yang masih menganut pandangan konservatif dimana seorang gadis hanya perlu belajar memasak, dijodohkan dengan seorang pria, lalu berbakti kepada suami.

Mantan Miss Indonesia 2007 itu berharap kesenian ludruk bisa berkembang dengan adanya penyesuaian pakem-pakem seni itu di era sekarang ini, sehingga pentas ludruk jadi semakin menarik dan menggaet kaum muda.

“Bisa terus berkembang dan karena ludruk itu ada pakem-pakemnya, tapi kadang kalau pakem-pakem ini kita kasih simulasi era zaman now sepertinya seni ini akan menjadi menarik dan bisa untuk ditonton,” ujarnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...