Tangani Sampah Plastik, Ciptakan Produk Kreatif

Editor: Satmoko Budi Santoso

542

JAKARTA – Salah satu dampak negatif yang timbul dari pesatnya populasi manusia adalah produksi sampah yang dihasilkan manusia.

Sampah-sampah yang dihasilkan manusia dapat digolongkan menjadi tiga jenis yakni, sampah organik atau sampah basah yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan, kulit buah, dan berbagai sampah dapur.

Kemudian ada sampah anorganik atau sampah kering, yaitu sampah yang sulit terurai secara biologis, contohnya plastik, kaleng, styrofoam. Proses penghancuran sampah ini dibutuhkan penanganan lebih lanjut di tempat khusus.

Ketiga yaitu sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), ini merupakan limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik, dan lain-lain.

Berdasarkan tiga jenis sampah tersebut, sampah yang paling dekat dengan keseharian dan menimbulkan masalah untuk bumi dan lingkungan adalah sampah anorganik, karena jenis sampah ini sangat sulit terurai atau hancur secara alami.

Upaya penanganan atas masalah sampah tersebut, menjadi bagian program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kuliah Peduli Negeri (KPN), Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta. Arif Nurohman, Anis Jamilah, dan Dimas Marno, merupakan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Hubungan Masyarakat yang terlibat dalam proses penanganan sampah.

Tergabung dengan nama kelompok Creative Partner, mereka mengadakan kegiatan sosialisasi Upaya Menangani Sampah Plastik untuk Menciptakan Produk Kreatif di SMPN 244 Jakarta Utara.

Arif Nurohman, Ketua Pelaksana (kiri) – Foto Muhammad Fahrizal

Arif Nurohman, Ketua Pelaksana, mengatakan, kegiatan ini mengambil judul Zero Waste Generation: LDR dengan Sampah Plastik.  Tujuannya, ingin menyalurkan energi positif kepada generasi muda, yaitu para siswa SMPN 244 Jakarta Utara untuk sama-sama lebih peduli dengan sampah plastik. Mengurangi penggunaan sampah plastik dengan menerapkan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair) dalam kehidupan sehari-hari.

Dikatakan Arif, metode yang dipergunakan dalam kegiatan sosialisasi dilakukan dengan cara yang menyenangkan, yakni mengajak para siswa untuk berpikir kreatif. Membuat berbagai barang yang dibuat dari sampah plastik yang ada di lingkungan mereka. Dibuat menjadi barang yang lebih berguna dan tentunya dikemas dengan games.

“Kreativitas mereka (tiap kelas) akan kita lombakan, dan mereka juga dapat melibatkan peran guru kesenian atau guru prakarya,” jelasnya, Jumat (30/11/2018).

Arif menambahkan, tujuan kegiatan sosialisasi ini, di antaranya memberikan edukasi tentang bahaya sampah terhadap lingkungan, menumbuhkan sikap peduli terhadap sampah kepada generasi muda. Mengubah sampah menjadi barang yang lebih berguna sehingga juga bisa dipergunakan kembali dan tidak mencemari lingkungan. Serta menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif.

Panitia, wakepsek, guru, serta murid SMPN 244 Jakarta Utara – Foto Muhammad Fahrizal

Anis Jamilah menambahkan, manfaat dari kegiatan Zero Waste Generation di antaranya memupuk agar siswa lebih peduli terhadap keberadaan sampah di lingkungannya, ikut membantu menjaga kelestarian bumi.

Selain itu juga, para siswa mampu menerapkan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair) dalam kehidupan sehari-hari. Memberikan energi positif kepada teman-teman baik di sekolah, lingkungan, keluarga, dan masyarakat akan bahaya sampah plastik dengan melakukan kreasi dan mengaplikasikan dalam karya. Berupa recycle/mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna.

“Dengan sosialisasi ini siswa menjadi tahu, mau dan mengambil tindakan untuk mengolah dan memanfaatkan sampah. Jadi, sampah plastik yang dihasilkan setiap hari berkurang,” jelasnya.

Sebanyak 55 siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi  ini begitu bersemangat dan antusias. Dengan banyaknya yang hadir, menandakan kegiatan ini mendapatkan respon yang luar biasa dari siswa.

Ririn Alriyanti S.Pd, wakil kepala sekolah SMPN 244 Jakarta Utara – Foto Muhammad Fahrizal

Wakil Kepala Sekolah, SMPN 244 Jakarta Utara, Ririn Alriyanti, menyambut baik dengan program kegiatan yang dijalankan anak-anak mahasiswa-mahasiswi UMB. Karena kegiatan sosialisasi menangani sampah plastik untuk menciptakan produk kreatif tentu dapat membangun dan membuat daya nalar anak-anak menjadi lebih berkembang lagi.

“Sekolah merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan para mahasiswa, sangat bermanfaat. Terlebih dalam sehari bisa melaksanakan dua kegiatan sekaligus dengan waktu yang berbarengan,” jelasnya.

Nadiya Pradipta, salah satu murid SMPN 244, begitu antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh  mahasiswa di sekolahnya.

Nadiya yang saat ini duduk di kelas 8, fokus dengan apa yang disampaikan oleh sejumlah mahasiswa.

“Seru dan bermanfaat buat semua. Edukasi yang menghasilkan tambahan uang jajan,” ucapnya.

Lihat juga...