Tenaga Kesehatan Jiwa di Sikka Masih Terbatas

Editor: Mahadeva WS

148

MAUMERE – Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sikka, untuk menangani pasien gangguan kejiwaaan masih sangat terbatas. Di Sikka, juga belum ada rumah sakit khusus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Hingga saat ini baru ada tenaga terlatih kesehatan jiwa tujuh orang dokter dan lima orang perawat. Kondisi persediaan obat program untuk kesehatan jiwa masih sangat terbatas,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu,MPH, Rabu (7/11/2018).

Wakil bupati Sikka Romanus Woga. Foto : Ebed de Rosary

Kabupaten Sikka belum memiliki tempat penampungan ODGJ. Banyak ODGJ yang terlantar di jalanan, dan saat ini sangat membutuhkan perhatian dan penanganan serius. “Banyak permasalahan kesehatan jiwa di masyarakat yang tidak tertangani semestinya. Orang dengan masalah kejiwaan dan orang dengan gangguan jiwa masih ada yang belum terdeteksi, tercatat atau terlaporkan,” terangnya.

Berbagai upaya perlu dilakukan seperti promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, secara terintegrasi dan komprehensif serta berkesinambungan, sepanjang siklus hidup manusia. “Upaya kesehatan jiwa dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, fasilitas pelayanan, lembaga keagamaan, lembaga pemasyarakatan serta melibatkan berbagai sumber daya yang ada di masyarakat,” tandasnya.

Pemasungan ODGJ di Sikka sering terjadi, karena ketidaktahuan keluarga untuk menangani. Selain itu masih ada rasa malu, penyakit yang tidak kunjung sembuh, tidak ada biaya pengobatan, mengamankan lingkungan dan stigma.

“Untuk mendukung pelaksanaan Kesehatan Jiwa 2018, Dinas Kesehatan telah melakukan pelatihan asuhan kesehatan jiwa bagi dokter dan perawat sebanyak 12 orang. Dan pada periode Januari sampai Juli 2017  diberikan sosialisasi dan pertemuan teknis tentang kesehatan jiwa di 23 Puskesmas,” terangnya.

Di Kabupaten Sikka, ODGJ ada 582 orang, laki-laki 327 orang dan perempuan 255 orang. Sementara, hasil penjaringan di 25 Puskesmas di 2017 sampai 2018, didapatkan 612 orang dengan gangguan jiwa. Yang dipasung ada 49 orang, dan telah bebas pasung ada 29 orang. Dari 29 ODGJ, 11 orang tinggal bersama keluaga, dan 18 ODGJ mendapat bantuan rumah bebas pasung dari Ordo St Camillus Maumere.

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, meminta agar tenaga kesehatan, terutama yang menangani masalah kesehatan jiwa bisa bekerja dengan penuh keyakinan, menangani pasien agar sehat. “Layani pasien dengan baik, ramah dan senyum. Mengingat untuk mengubah dunia tidak saja diperlukan kesehatan fisik tapi juga kesehatan jiwa,” tegas Romanus.

Baca Juga
Lihat juga...