Teror Harimau Lawu Kembali Terjadi, Enam Kambing Dimangsa

Editor: Satmoko Budi Santoso

SOLO – Teror harimau Lawu yang terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, belum berakhir. Meski sudah menerkam 14 kambing selama dua hari berturut-turut, hewan buas tersebut masih saja memakan hewan ternak milik warga.

Kamis malam, warga di Desa Wonorejo kembali digemparkan dengan adanya harimau yang memakan kambing milik warga. Kali ini enam kambing tewas setelah diterkam harimau yang sebagian besar dilukai bagian lehernya. Kali pertama kejadian itu diketahui oleh pemiliknya yang sudah lanjut usia.

“Sekitar pukul 23.00 WIB saya tahunya. Awalnya ada suara berisik di bagian kandang. Karena curiga saya tengok dan saya melihat ada macan yang baru menerkam kambing saya,” ucap Sayem saat ditemui awak media, Jumat sore (23/11/2018).

Warga Dusun Gondangtelan, RT 002/ RW 006, Desa Wonorejo itu mengatakan, saat kejadian itu dirinya menyaksikan sendiri harimau tersebut mengoyak kambing-kambing miliknya. Meski diselimuti rasa takut karena ada hewan buas, janda 74 tahun ini tetap memberikan diri untuk mengusir harimau tersebut.

“Saya suruh pergi macan itu sambil bawa kayu. Kemudian macan itu lari. Ukurannya seperti kambing tapi lebih besar,” ungkap Sayem sembari minta tolong sejumlah tetangganya.

Menurut Sayem, saat diketahui harimau tengah menerkam itu, hampir seluruh kambing miliknya telah tewas. Hanya tersisa satu yang belum sempat diterkam dan selamat setelah kepergok dirinya. “Kalau tidak diketahui pasti habis. Semuanya ada tujuh ekor, yang enam sudah mati. Termasuk yang masih cempe (kecil),” imbuhnya.

Samiyem menambahkan, pada Kamis pagi telah ditemui petugas dari BKSDA untuk mengecek sekitar kandang. Bahkan petugas BKSDA telah menemukan jejak harimau tersebut. Hanya saja warga tak menyangka setelah dua malam berturut-turut menyerang kambing warga, hari ketiga masih menyerang kembali.

“Sebenarnya warga sudah berjaga, tapi kebetulan di kandang yang ada di bawah. Harimaunya justru menyerang kandang yang ada di perkampungan atas,” tandas Samiyem yang merupakan anak Sayem.

Kepala Desa Wonorejo Sudrajat – Foto Harun Alrosid

Kepala Desa Wonorejo, Sudrajat, menjelaskan, teror harimau Lawu ini sebelumnya pernah terjadi sekitar sebulan lalu. Saat itu terdapat empat ekor kambing yang dimangsa harimau namun tidak dikabarkan meluas. Namun sejak tiga hari ini teror harimau kembali terjadi dan kali ini sudah 24 kambing milik warga tewas diterkam, barulah menjadi perhatian banyak pihak.

“Semuanya sudah ada 24 ekor kambing yang jadi korban harimau. Setelah ini kami akan kumpulkan kambing milik warga agar lebih mudah diawasi. Pengawasan dengan siskamling juga akan diperketat. Kita juga buat long bumbung untuk menghalau harimau agar tidak masuk ke permukiman warga,” tambahnya.

Adanya teror harimau di Desa Wonorejo, menurut Sudrajat, membuat lebih waspada lagi. Pasalnya sebagian besar kambing hanya dibunuh dan tidak dimakan. Diduga adanya teror harimau ini karena terusik oleh ulah tangan manusia, baik adanya kebakaran hutan, pembukaan lahan maupun pemburu.

“Oleh karena itu saya minta seluruh warga ikut menjaga alam. Kalau sebelumnya pemburu dibatasi untuk tidak menembak hewan yang dilindungi, sejak saat ini pemburu apa pun dilarang masuk ke wilayah Wonorejo. Kalau ada yang melihat silakan laporkan ke polisi atau pihak desa,” pintanya.

Lihat juga...