hut

Tiga Korban JT 610 Kembali Teridentifikasi

Ilustrasi - Dokumentasi CDN

JAKARTA – Tiga korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610, kembali berhasil diidentifikasi tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (INAFIS) Polri, Jumat (2/11/2018).

Tiga korban yang teridentifikasi tersebut, hasil dari pemeriksaan pada 67 kantung jenazah yang tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, sejak Senin (29/10/2018). “Jumat hari ini berhasil teridentifikasi tiga korban kecelakaan Lion Air JT 610, atas nama Candra Kirana, Monni dan Hizkia Jorry Saroinsong hasil dari pemeriksaan pada 67 kantung jenazah yang berisi potongan tubuh dan telah melalui rekonsiliasi,” kata Kepala Rumah Sakit Polri, Kombes Pol Musyafak, saat konferensi pers di RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2018).

Dengan demikian, sudah ada empat jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 yang teridentifikasi. Sebelumnya, korban atas nama Jannatun Cintya Dewi sudah berhasil diidentifikasi. Tim Kesehatan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), Kementerian Perhubungan, ikut membantu penanganan identifikasi korban pesawat Lion Air JT 610 di RS Polri, Kramat Jati.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno, setelah berkoordinasi dengan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Bidang Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI POLRI), menugaskan dokter gigi dari Balai Kesehatan Penerbangan Ditjen Hubud, untuk membantu proses identifikasi korban di Rumah Sakit POLRI. “Kami telah berkoordinasi dengan DVI POLRI dan menginstruksikan Kepala Balai Kesehatan Penerbangan untuk mengirim dokter gigi guna membantu identifikasi korban JT 610,” kata Pramintohadi.

Balai Kesehatan Penerbangan, memiliki data primer berupa data pemeriksaan gigi dari Pilot, Co-pilot dan Cabin Crew Lion Air JT 610, sehingga dapat membantu mempermudah proses identifikasi. Namun, keberadaan Dokter Gigi Monica Shinta, dan Dokter Gigi Meta Yunia, di RS POLRI, untuk membantu kerja tim DVI di posko Ante Mortem, untuk mengidentifikasi seluruh jenazah yang telah ditemukan.

Pramintohadi berharap, dengan dukungan tim Ditjen Hubud, proses identifikasi bisa lebih cepat, dan keluarga korban dapat segera membawa jenazah untuk disemayamkan. “Saya harap kehadiran tim kami dapat membantu percepatan penanganan identifikasi korban sehingga pihak keluarga dapat segera membawa jenazah keluarganya untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Sebelumnya pada Kamis (1/11/2018), jenazah yang telah teridentifikasi atas nama Jannatun Cintya Dewi, pegawai Kementerian ESDM, telah dibawa pihak keluarga dan dimakamkan di Sidoarjo, Jawa Timur. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!