Tiga Obyek Wisata Jabar Dikembangkan sebagai Destinasi Kelas Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya. - Foto: Dok. CDN

JAKARTA — Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengapresiasi cara dan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menjadikannya sebagai lokomotif pembangunan.

“Kami mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya yang mengedepankan pariwisata dalam rencana pembangunan 5 tahun ke depan,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada pembukaan Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Barat di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (13/11/2018).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat menetapkan bahwa dalam lima tahun mendatang, pariwisata dapat menjadi lokomotif pembangunan di Jawa Barat. Ada tiga destinasi pariwisata unggulan di Provinsi Jawa Barat yaitu Kota Bandung, Geopark Ciletuh di Pelabuhanratu, dan Pantai Pangandaran.

Ketiga lokasi ini akan dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia dan selain tiga lokasi tersebut, masih banyak destinasi pariwisata yang akan dikembangkan menjadi daya tarik Jawa Barat.

“Industri pariwisata merupakan industri yang paling murah dan mudah. Pariwisata bisa meningkatkan PBD dan devisa serta membuka lapangan kerja. Pariwisata bisa menjadi industri yang terbesar dan terbaik,” kata Arief.

Secara keseluruhan, pembangunan pariwisata saat ini menempati posisi sembilan untuk pertumbuhan pariwisata di dunia, posisi tiga di Asia, dan posisi pertama di Asia Tenggara. Arief mengatakan, hal ini membuktikan bahwa industri pariwisata di Indonesia terus bertumbuh. Pada 2019, pariwisata masuk di sektor unggulan, posisinya kedua setelah pertanian dan sebelum perikanan.

Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata di Jawa Barat akan semakin terarah dengan dilakukannya pembangunan KEK. Sementara itu akan ada dua KEK yang akan dibangun, yakni KEK Cikidang di Sukabumi dan KEK Pangandaran.

Jawa Barat memiliki tujuh event dari 100 Calender of Event Nasional yang didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan bahwa rencana pembangunan Jawa Barat dalam lima tahun ke depan akan mengarah pada Jawa Barat Juara Lahir dan Batin. Hal ini sejalan dengan rencana bahwa pembangunan selama lima tahun ke depan akan banyak melibatkan sektor pariwisata dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami akan membuat ketimpangan segi layanan antar daerah di Jawa Barat akan berkurang. Secara keseluruhan, pembangunan Jawa Barat antara wilayah selatan dan utara masih belum seimbang. Hal ini akan kami atasi melalui aksesibilitas, dimana ada akses, di situ akan ada pelayanan publik yang baik. Kami akan memanfaatkan teknologi melalui digitalisasi yang menyentuh aspek pengembangan daerah di Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil. (Ant)

Lihat juga...