Titiek Soeharto: Semangat Gotong Royong Atasi Keterbatasan

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.415

JAKARTA – Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, dalam sambutannya mengatakan, bahwa sudah saatnya para relawan, para militan yang tergabung di Gerakan Nusantara Militan Prabowo Sandi (GN Militan Padi) bergerak cepat untuk benar-benar memenangkan Prabowo Sandi.

Dikatakan Titiek, bahwa hajatan pesta demokrasi tidak terasa sudah tinggal 144 hari (sekitar 4 bulan) lagi. “Untuk itu kita sudah tidak bisa membuang-buang waktu lagi dalam sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat untuk memenangkan Prabowo Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019 nanti,” katanya, Jumat (23/11/2018).

Titiek Soeharto menyampaikan bahwa dengan keterbatasan yang dimiliki saat ini, tentu membuat harus bekerja lebih keras lagi. Terutama keterbatasan dalam hal dana yang telah disampaikan Prabowo Subianto pada saat pembekalan di Senayan, belum lama ini.

Titiek Soeharto memberikan sambutan dalam Deklarasi GN Militan PADI – Foto Muhammad Fahrizal

“Perbedaan yang sangat jauh dan timpang, antara pihak kita dengan pihak ‘sana’. Bagaikan bumi dan langit. ‘Sana’ duit tidak ada serinya, sedangkan yang kita punya hanyalah semangat gotong royong, dan keinginan untuk perubahan negara ini,” ujarnya.

Menurut Titiek, tidak hanya keterbatasan dana, keterbatasan media pun dialami, para konglomerat juga bergeser ke pihak “sana” karena takut bisnisnya “dikerjai”. Namun dengan keterbatasan itu, tidaklah membuat kehilangan akal.

“Kita masih memiliki gadget, handphone yang bisa digunakan untuk memberikan informasi, sosialisasi, kepada teman-teman yang lainnya. Gadget, handphone, pada saatnya harus dipergunakan untuk foto pada saat pencoblosan dan penghitungan suara nanti,” ucapnya.

Titiek juga mengatakan, hampir semuanya dikuasai pihak “sana”. Namun jangan berkecil hati, karena terus memiliki semangat untuk memaksimalkan kekuatan yang ada untuk bersama-sama, gotong royong, senantiasa sosialisasi pemenangan pasangan Prabowo Sandi. Semangat itulah yang juga ada dalam jawara-jawara yang tergabung dalam GN Militan Padi.

“Tentu juga dengan keimanan yang kita miliki, ketaqwaan kepada Allah, berusaha keras dan berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar usaha dan perjuangan kita diridhai, dibimbing oleh Allah. Kita diberi akal pikiran, nurani, harus dipergunakan dengan sebaik baiknya. Jika kita melihat ketidakadilan, ketimpangan yang kita hadapi sehari-hari, apakah kita akan diam saja? Tutup mata, tutup telinga, tentu tidak. Allah telah kasih kita semua, untuk itu kita pergunakan dengan baik,” kata Titiek.

Dengan melihat ketimpangan-ketimpangan tersebut, lanjutnya, tentu membangkitkan perasaan dan keprihatinan tentang apa yang terjadi di negara Indonesia.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi negara ini, harga kebutuhan pokok melambung, impor bahan pangan, padahal kita bisa memproduksi sendiri,” katanya lagi.

Titiek Soeharto bersama sejumlah relawan – Foto Muhammad Fahrizal

Begitu pula dengan masuknya narkoba ke Indonesia.

“Bayangkan 1 gram narkoba bisa bikin teler, bagaimana berton-ton narkoba masuk ke Indonesia. Tentu akan merusak generasi bangsa ke depan. Itu yang ketahuan, bagaimana yang tidak ketahuan. Apakah kita tahu narkoba yang ketangkep itu milik siapa? Kemudian siapa yang dihukum? Lalu dikemanakan barang tersebut, kita tidak ada yang tahu. Itu ada sesuatu yang tidak benar. Bayangkan, jika 5 tahun ke depan seperti ini, apa jadinya negara ini,” ucapnya.

Untuk itu, ungkap Titiek, kita semua memiliki tekad bagaimana memperbaiki bangsa Indonesia ke depan. Dan karena hanya ada dua pilihan, maka kita semua harus percaya dan yakin bahwa pilihan kita adalah Prabowo Sandi, merupakan yang terbaik untuk memperbaiki Indonesia.

“Insyaallah, atas izin Allah kita akan memenangkan pemilu nanti. Walaupun tidak seimbang, namun kita yakin Allah akan membantu kita. Tentu dengan kita terus berdoa dan berdoa,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...