TMII Siap Wujudkan Program Wisata Halal DKI

Editor: Koko Triarko

194
JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menyambut baik program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, yang menargetkan Ibu Kota Jakarta menjadi destinasi wisata halal di Indonesia. 
Untuk kunjungan wisata muslim ini, Pemprov DKI menargetkan dua juta bisa tercapai pada 2021. Bahkan, tim percepatan wisata halal DKI telah dibentuk, dengan tujuan untuk mempermudah langkah-langkah yang akan dicapai.
Jakarta memiliki beberapa kawasan yang dinilai layak untuk pengembangan wisata halal, seperti Monumen Nasional (Monas), Kota Tua, Situ Babakan, Kepulauan Seribu, dan TMII.
“Kami apresiasi DKI jadi barometer wisata halal di Indonesia. Wisata halal, TMII bisa dikategorikan sebagai wahana yang siap wisata halal,” kata Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Dwi Windyarto, kepada Cendana News, Selasa (6/11/2018).
Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Dwi Windyarto. -Foto: Sri Sugiarti
Karena, jelas dia, sebagaimana diketahui, semua wahana wisata yang ada di TMII ini dalam balutan halal. Tidak ada dijual minuman keras, produk makanan dan minuman yang dijual juga halal, dan  wahana rekreasi juga nyaman tidak keluar dari koridor. Misalnya, panti pijat tidak ada di TMII.
TMII adalah miniatur Indonesia yang memiliki visi dan misi melestarikan dan mengembangkan seni budaya bangsa. Tentu, dalam tampilan sarana dan fasilitas sangat mengutamakan kenyamanan pengunjung.
Jadi, tegasnya, semua sarana layanan dan fasilitas yang tersaji di TMII bernuansa halal, memiliki image positif dan aman bagi pengunjung.
“Itu sebetulnya TMII sudah menjadi satu bagian dari wisata halal,” tegas Dwi.
Menurutnya, fasilitas ibadah seperti Masjid Pangeran Diponegoro menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan muslim dalam menjalankan ajaran agamanya, ketika berkunjung ke TMII.
Bahkan, sebagian besar anjungan daerah sangat mengutamakan fasilitas salat. Kebutuhan sarana toilet dengan fasilitas bersuci juga tersaji dengan bersih.
Di bidang kuliner, sejumlah resto yang ada di TMII juga dipastikan menyajikan menu halal. Terkait syarat resto harus bersertifikasi halal, pun Dwi menyakini bahwa bisa terwujud.
Namun demikian, menurutnya, bila masih perlu pembenahan tentu harus ada sosialisasi wisata halal yang diadakan dinas pariwisata, terhadap anjungan dan pelaku usaha. Sehingga ada pemahaman lebih dalam bagi mereka.
“Jika memang masih ada persyaratan, kita siap adanya sosialisasi wisata halal. Tapi yang pasti, kita selalu berbenah diri menampilkan pelayanan dan fasilitas terbaik bagi kenyamanan dan keamanan pengunjung,” katanya.
Dan tentunya, tambah dia, bukan hanya halal saja. Tapi, juga pelayanan bagi penyandang difabel akan terwadahi. Semua fasilitas terpenuhi dengan segala sesuatu yang lebih baik.
Baca Juga
Lihat juga...