Trans Jawa Beroperasi, Jakarta-Surabaya Idealnya Hanya 10 Jam

207
Ruas Tol Solo-Ngawi - Dok: CDN

SURABAYA – Waktu tempuh antara Jakarta ke Surabaya, yang berjarak 760 kilometer idealnya, dapat ditempuh paling lama 10 jam melalui tol Trans Jawa. Waktu ideal tersebut bisa dipenuhi, asalkan masalah kemacetan di salah satu ruas terpadatnya, tol Jakarta-Cikampek dapat diselesaikan.

Direktur Utama PT. Jasa Marga Persero Tbk, Desy Arryani, mengatakan, pihaknya masih berupaya keras untuk mengurangi kepadatan di ruas Jakarta-Cikampek. Dijanjikannya, enam bulan mendatang, atau menjelang Lebaran 2019, kepadatan ruas Jakarta-Cikampek akan berkurang signifikan.

“Waktu tempuh sangat pendek, idealnya tidak lebih 10 jam. Kita harapkan di lebaran 2019 itu sudah lancar (Jakarta-Cikampek), Itu (waktu tempuh 10 jam) kalau Jakarta Cikampek sudah lancar, sudah ada elevated jarak jauh, sudah ada jalan yang lebih longgar,” ujarnya, Minggu (11/11/2018).

Saat ini, dengan estimasi masih padatnya ruas tol Jakarta-Cikampek yang berjarak 63 kilometer, waktu tempuh Jakarta-Surabaya melalui Tol Trans Jawa diperkirakan maksimal 14 jam. “Karena Jakarta-Cikampek masih ramai, saya rasa belum bisa 10 jam Surabaya ke Jakarta. Mungkin 14 jam tergantung Jakarta-Cikampek,” tandasnya.

Ketika kepadatan Jakarta-Cikampek sudah bisa dikurangi secara signifikan, Desy memperkirakan, konektivitas Jakarta-Surabaya, dapat dilakukan untuk perjalanan pulang-pergi dalam satu hari. “Jadi manfaat ke arus logistiknya cukup besar, asalkan dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.

BUMN Jasa Marga, sejauh ini mengelola dan mengoperasikan 13 ruas dari 20 ruas tol di Jaringan Tol Trans Jawa. Jaringan yang dimiliki Jasa Marga itu, termasuk tiga ruas tol yang akan segera dioperasikan pada akhir tahun ini yaitu, Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer, jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi sepanjang 51 kilometer, jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Pasuruan-Grati sepanjang 14 kilometer.

Tiga ruas tol itu, akan siap digunakan saat perayaan liburan Natal dan akhir tahun 2018. Saat dioperasikan akhir tahun ini, ketiga ruas tersebut belum dikenakan tarif karena masih dilakukan sosialisasi tarif dan uji coba. “Jadi, ini diresmikan semua tahun ini, tetapi mungkin tarifnya awal tahun depan. Awal Januari 2019,” ujarnya.

Per Oktober 2018, baik dari jaringan Trans Jawa maupun di luar Trans Jawa, Jasa Marga mengoperasikan 787,5 kilometer jalan tol. Di akhir 2018, perseroan menargetkan menjadi 984 kilometer. Sedangkan untuk konsesi, Jasa Marga mengantongi konsesi 1.527 km jalan tol. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...