Umat Buddha Lakukan Ritual Pelepasan Ikan

191
Ilustrasi. pelepasan ikan - Foto Dokumentasi CDN

DENPASAR – Ratusan masyarakat dan Umat Buddha di Bali, melakukan upacara ritual pelepasan ikan. Upacara dipimpin YM Passang Rinpoche, di Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar, Minggu (11/11/2018).

Sebelum pelepasan ribuan ekor ikan dilakukan, guru besar Umat Buddha, Passang Rinpoche, melakukan puja mantra yang diikuti oleh peserta kegiatan. Pelepasan tersebut, sebagai wujud persembahan kepada Tuhan untuk mengantarkan satwa hidup yang akan dilepas kembali ke habitatnya.

Sofyan, panitia dan sekaligus sukarelawan acara tersebut mengatakan, acara ritual pelepasan makhluk hidup, ke habitatnya, bermakna untuk melepaskan keterikatan yang selama ini dialami oleh penghuni alam, yakni manusia itu sendiri. “Makna dari pelepasan satwa hidup, yakni ikan untuk bisa hidup di alamnya. Sebagai manusia harus memberikan kebebasan, tak terbelenggu untuk memenuhi keinginan dari manusia tersebut. Biarkan mereka hidup, karena apa yang ada di dunia adalah ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Menjalankan kebajikan dan cinta kasih, adalah dengan cara membebaskan seluruh satwa yang ada di alam ini. Kali ini adalah serangkaian kegiatan puncak acara dari kegiatan ritual Chau Tu dan Yen Kung, yang diselenggarakan Vihara Satya Dharma Denpasar pada Sabtu (10/11/2018) malam.

Guru besar Umat Buddha, Passang Rinpoche, berpesan kepada umat, untuk selalu menanamkan cinta kasih dan dharma kepada sesama dan lingkungan sekitarnya. “Dengan jalan tersebut, maka kebahagiaan akan tercapai. Sebab membebaskan makhluk hidup dari belenggu penderitaan adalah jalan cinta kasih dan dharma,” ujarnya.

Passang Rinpoche bertutur, sejak kecil telah menekuni ajaran Buddha. Pola hidupnya vegetarian (tidak memakan daging). Dan Dia mengaku tetap bisa sehat dan bahagia dengan pola tersebut.

Untuk menjaga stamina dan kesehatan, tidak mesti bergantung terhadap daging. “Masih banyak makanan pengganti protein yang terbuat dari hewan (daging). Pola makan vegetarian adalah bagian kehidupan untuk menaburkan cinta kasih kepada satwa. Sebab kita tidak akan melakukan pemotongan terhadap satwa tersebut. Oleh karena itu saya mengajak semua umat manusia menjalankan kehidupan seperti itu. Saling memberi kasih sayang dan dharma untuk kesempurnaan dan kedamaian,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...