UMK Balikpapan Disepakati Rp2,8 Juta

Editor: Mahadeva WS

237
Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Nilai Upah Minimum Kota (UMK) 2019 Balikpapan, tinggal menunggu penetapan dari Gubernur Kalimantan Timur. Usulan yang disampaikan, UMK 2019 Balikpapan sebesar Rp2,8 juta.

Nilai UMK 2019 tersebut, telah disepakati Dewan Pengupahan Kota Balikpapan dan telah diserahkan ke Wali Kota Balikpapan. UMK 2019 naik 8,03 persen, jika dibandingkan dengan UMK 2018 yang hanya Rp2,618 juta.

Usulan dan pembahasan UMK dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengupahan. “Setelah melalui proses pertemuan dengan Dewan Pengupahan disepakati, naiknya sebesar 8,03 persen dari UMK sebelumnya. Sekarang tinggal menunggu penetapannya oleh Gubernur pada 21 November nanti,” tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi, Rabu (7/11/2018).

Proses perhitungan UMK 2019 Balikpapan, diawali dengan menjumlahkan angka inflasi nasional sebesar 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,15 persen, menjadi 8,03 persen. “Apabila sudah ditetapkan Gubernur maka perusahaan harus menerapkan besaran upah minimal sesuai UMK 2019 atau dikenakan saksi. Dan, itu diawasi Pengawas Ketenagakerjaan Pemprov Kaltim,” tandas Tirta Dewi.

Plh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, HM Sa’bani, menuturkan, penetapan besaran nilai UMK kabupaten dan kota, tidak boleh lebih rendah dari penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP). “UMP kita naik sekitar 8,03 persen. Angka tersebut menjadi dasar menaikkan UMK, sesuai besaran masing-masing daerah. Tetapi UMK tidak boleh lebih rendah dari provinsi,” tegasnya.

UMP wajib hukumnya, ditetapkan pemerintah provinsi, sebagai dasar patokan pengusaha dalam rangka memberikan upah karyawan. UMP ditetapkan setiap 1 November oleh gubernur. Sedangkan UMK ditetapkan paling lambat 21 November, sesuai usulan kabupaten dan kota. “Penetapan UMP maupun UMK dihitung berdasarkan formula perhitungan upah minimum dan perhitungan UMK harus lebih tinggi dari UMP,” imbuh Sa’bani.

Disebutkannya, UMP 2019 Kalimantan Timur, ditetapkan sebesar Rp2.747.561,26 atau naik Rp204.230 dari UMP 2018 yang sebesar Rp2.543.331. UMP yang telah ditetapkan Gubernur Kaltim melalui Dewan Pengupahan Daerah (DPD) Kaltim mulai berlaku efektif 1 Januari hingga 31 Desember 2019.

Baca Juga