Usai Panen, Petani di Pesisir Selatan Diminta tak Jual Padi

Editor: Satmoko Budi Santoso

254

PESISIR SELATAN – Kecenderungan petani yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menjual hasil panen dari sawah, dinilai sebuah langkah yang kurang tepat. Hal tersebut akan membuat ketersediaan stok pangan jadi berkurang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Jumsu Trisno, mengatakan, untuk menjaga ketersediaan stok pangan di daerahnya itu, tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi padi, tapi lebih penting kebiasaan sebagian petani menjual habis hasil panen agar bisa dihilangkan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Jumsu Trisno/Foto: Ist

“Saya meminta petani agar tidak menjual habis hasil panen. Sisihkan sebagian untuk konsumsi agar ketersediaan pangan tetap terjaga. Hal itu hendaknya terus disosialisasikan oleh petugas pertanian di lapangan,” katanya, Senin (5/11/2018).

Selain itu, untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, maka pola tanam padi serentak di Kabupaten Pesisir Selatan mesti dimaksimalkan di kalangan petani.

Ia mengungkapkan, kini rata-rata musim tanam di Pesisir Selatan baru dua kali dalam satu tahun pada lahan seluas 30.344 hektare. Selanjutnya, agar lahan yang ditanami terbebas dari hama, maka petugas pertanian lapangan memandu para petani untuk melaksanakan pola tanam padi serentak.

“Pola tanam padi serentak banyak manfaatnya. Selain untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, juga dapat meminimalisir serangan hama dan meringankan biaya produksi,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, petani di daerah juga didorong meningkatkan produktivitas pertanian. Langkah itu bukan hanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) petani, tapi juga melalui berbagai program, salah satunya bantuan alat mesin pertanian (Alsintan).

Ia berkata, pada tahun 2018 ini, produksi padi ditargetkan meningkat dari tahun lalu, terutama pada lahan yang memiliki jaringan irigasi yang airnya terjamin. Tentunya, melalui penyediaan bibit unggul serta melalui penerapan teknologi pertanian.

“Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan beserta jajaran terus berupaya memberikan pembinaan kepada petani agar mampu menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan hasil produksi pertanin, meminimalisir serangan hama, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Persoalan itu, juga menjadi ancaman petani setempat. Karena ada puluhan hektare lahan pertanian di berbagai daerah di Kabupaten Pesisir Selatan ini, mulai diserang hama.

Kondisi tersebut dikhawatirkan jika tidak segera dilakukan penanganan, akan berdampak kepada 100 hektare sawah di sekitarnya. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat pun melakukan gerakan pengendalian.

Jumsu Trisno mengatakan, saat ini terdapat lahan sawah ke arah selatan Kabupaten Pesisir Selatan tengah diserang hama seperti wereng, kepending, dan tikus. Seperti yang ada di daerah Lunang Silaut, di sana dilaporkan 2 hektare padi berusia 1,5 bulan diserang hama. Kini petani setempat tengah melakukan pengendalian.

“Ya memang ada beberapa lahan sawah yang ditanami padi di Pesisir Selatan tengah diserang hama. Upaya yang dilakukan Distanhorbun yakni gerakan pengendalian. Gerakan ini dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) bersama Balai Penyuluh Pertanian di kecamatan. Hal ini diperkirakan akan mampu mengatasi serangan hama,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kondisi padi yang diserang hama yang dialami petani seperti di Lunang Silaut itu, karena saat ini kebanyakan petani setempat telah memulai musim tanam. Daerah tersebut, memang sering diserang hama. Untuk itu, dari Distanhorbun telah menjalankan gerakan pengendalian.

Menurutnya, jika tidak ada gerakan pengendalian itu, maka bisa berdampak terhadap 100 hektare sawah lainnya yang ada di sekitar padi terkena hama. Hal ini mengingat, hawa wereng dan kepiting bisa dengan cepat berpindah ke sawah lainnya, apabila tidak segera ditangani dengan serius.

“Cara penanganannya ialah melakukan penyemprotan secara merata di seluruh tanaman padi di sekitarnya. Kondisi itu tidak hanya di Lunang Silaut, tetapi juga terjadi di Kambang Kecamatan Lengayang, dan juga ada di daerah Tarusan,” jelasnya.

Ia berkata, persoalan serangan hama hampir terjadi di setiap petani mulai musim tanam. Kondisi demikian, sejauh ini, dilakukan penanganan dengan cepat oleh Poktan bersama Balai Penyuluh Pertanian di masing-masing daerah.

Untuk itu, gerakan pengendalian ini, bentuk upaya Distanhorbun mendukung pertanian supaya tercapai swasembada pangan.

Baca Juga
Lihat juga...