Usai Rehabilitasi, Waduk Kedungombo Siap Aliri Sawah Petani

174

JAKARTA  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana telah selesai merehabilitasi empat daerah irigasi yang berada di dalam sistem Waduk Kedungombo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

“Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata. Air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Sabtu.

Keempat daerah irigasi (DI) tersebut adalah DI Sidorejo, DI Sedadi, DI Klambu (DI Klambu Kiri dan DI Klambu Kanan dan Wilalung) masing-masing memberikan manfaat dalam mengairi area persawahan dan meningkatkan hasil pertanian yang berada di kawasan salah satu lumbung pangan nasional di Jawa Tengah.

Waduk Kedungombo berkapasitas tampung sebesar 703 juta m3 dengan luas cakupan irigasi sebesar 61.444 hektare dan melayani empat wilayah, yaitu Grobogan, Kudus, Demak, dan Pati.

Dengan telah selesainya rehabilitasi jaringan irigasi ini, Waduk Kedungombo dapat difungsikan dengan lebih optimal sesuai rencana. Pengerjaan rehabilitasi ini dilakukan sejak 2015. Dananya dari APBN dengan kontrak tahun jamak. Untuk DI Sidorejo yang mempunyai cakupan layanan irigasi seluas 7.938 ha, telah dilakukan perbaikan bendungan dan jaringan utama.

Jaringan utama tersebut meliputi rehabilitasi saluran primer sepanjang 13,12 km, saluran sekunder sepanjang 43,4 km dan saluran tersier sepanjang 181,4 km dengan anggaran rehabilitasi mencapai Rp222,26 miliar.

Kemudian pada DI Sedadi dengan luas layanan irigasi 16.055 ha, telah dilakukan rehabilitasi saluran premier sepanjang 54,6 km, saluran sekunder sepanjang 63,6 km, dan saluran tersier sepanjang 484 km dengan anggaran rehabilitasi mencapai Rp315,09 miliar.

Sementara DI Klambu yang mempunyai cakupan layanan irigasi seluas 38.745 ha terbagi dalam dua sistem Daerah Irigasi (DI) yaitu DI Klambu Kiri dan DI Klambu Kanan, serta DI Wilalung telah direhabilitasi bendung dan jaringan utamanya yang meliputi rehabilitasi saluran irigasi primer sepanjang 73,79 km dan saluran sekunder sepanjang 216 km dengan anggaran mencapai Rp846,49 miliar rupiah.

Dengan telah selesainya rehabilitasi saluran irigasi ini, Indeks Pertanaman (IP) yang semula sekitar 220 persen meningkat menjadi lebih dari 275 persen, sedangkan produktivitas lahan pertanian juga meningkat rata-rata menjadi 8-9 ton per hektare. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...